MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Infrastruktur

Merajut Asa di Pesisir OKI, Akhir Penantian Panjang Jalan Tulung Selapan

Transformasi infrastruktur jalan di pesisir timur Ogan Komering Ilir (OKI) mulai memutus isolasi ekonomi warga. Sinergi anggaran provinsi dan kabupaten menjadi kunci perubahan dari kubangan lumpur menuju jalan aspal.

Merajut Asa di Pesisir OKI, Akhir Penantian Panjang Jalan Tulung Selapan
Ruas jalan yang dulu kerap dijuluki "kubangan abadi"—khususnya pada titik Lebung Batang hingga Tulung Selapan—kini mulai berangsur mulus dengan hamparan aspal dan beton. (Dok. Diskominfo OKI)

OKI, NUSALY — Bagi Erni, seorang pedagang dari Tulung Selapan Ilir, jarak menuju Palembang selama puluhan tahun tidak diukur dengan kilometer, melainkan dengan ketangguhan mental menghadapi kubangan lumpur.

Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam hitungan jam sering kali membengkak menjadi 12 jam, memaksa aktivitas ekonomi warga pesisir timur Ogan Komering Ilir (OKI) ini berjalan di tempat.

“Pernah perjalanan dari Tulung Selapan ke Palembang sampai 12 jam. Berangkat jam tujuh pagi, baru sampai rumah jam sepuluh malam,” ujar Erni.

Kerugian ongkos dan waktu yang terbuang menjadi narasi pahit yang rutin menghiasi media sosial sebagai keluhan kolektif warga. “Sampai Palembang toko sudah tutup, akhirnya pulang sia-sia. Rugi di ongkos,” katanya.

Namun, di pengujung tahun 2025, wajah pesisir OKI mulai bersalin rupa. Ruas jalan yang dulu kerap dijuluki “kubangan abadi”—khususnya pada titik Lebung Batang hingga Tulung Selapan—kini mulai berangsur mulus dengan hamparan aspal dan beton.

Transformasi infrastruktur ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi anggaran antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten OKI mampu menjawab impian lama masyarakat yang selama ini merasa terisolasi secara mobilitas.

“Alhamdulillah, sekarang sudah banyak perubahan. Ke Palembang bisa tiga sampai empat jam saja karena jalannya sudah bagus, meski belum sepenuhnya rampung,” ujar Nurhaya (54), pedagang di Pasar Tulung Selapan, saat menceritakan perubahan waktu tempuh yang kini jauh lebih rasional bagi usahanya, Rabu (31/12/2025).

Intervensi Fiskal dan Pemerataan Infrastruktur

Transformasi Jalan Tulung Selapan tidak lepas dari intervensi fiskal yang signifikan. Pada tahun anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 66 miliar untuk memperbaiki tujuh titik krusial yang menghubungkan empat kecamatan: SP Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan merata hingga ke wilayah pesisir.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan di OKI memerlukan perlakuan khusus karena luas wilayahnya yang sangat ekstrem dengan anggaran daerah yang terbatas.

Sepanjang tahun 2025 saja, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengucurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) mencapai Rp 371 miliar untuk Kabupaten OKI.

“Kalau tidak dibantu secara khusus, OKI akan kesulitan membangun secara mandiri karena wilayahnya yang sangat luas. Pembangunan ini adalah bukti kerja nyata, bukan sekadar wacana di atas kertas,” ungkap Herman Deru usai melakukan peninjauan langsung melalui perjalanan darat dari Palembang.

Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Bupati OKI, H. Muchendi saat melakukan Perjalanan Darat (Riding) ke Kecamatan Tulung Selapan. (Dok. Diskominfo OKI)

Sinergi Daerah demi Kesejahteraan Warga

Bupati OKI H Muchendi Mahzareki menilai dukungan dari tingkat provinsi merupakan energi besar bagi pembangunan di Bumi Bende Seguguk.

Aksesibilitas yang lebih baik di jalur SP Padang hingga Tulung Selapan diyakini akan menjadi pengungkit utama bagi sektor perdagangan dan jasa di wilayah pesisir timur yang selama ini terhambat oleh kendala logistik.

“Jalan ini adalah impian warga yang sudah lama dinantikan. Kami berterima kasih kepada Gubernur dan DPRD Sumsel atas bantuan yang diberikan. Tanpa kolaborasi ini, sulit membayangkan masyarakat bisa menikmati jalan yang layak di akhir tahun ini,” tutur Muchendi.

Meskipun pengerjaan belum sepenuhnya tuntas 100 persen, kehadiran aspal dan beton di jalur Tulung Selapan telah memberikan harapan baru.

Bagi warga pesisir, jalan mulus bukan sekadar urusan teknis konstruksi, melainkan terbukanya pintu-pintu peluang ekonomi yang selama ini tertutup oleh lumpur dan ketidakpastian akses.

(puputzch)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version