Kilas Daerah

Pembeli Sepi, Nelayan Kaur Khawatir Ikan Melimpah Membusuk

Pembeli Sepi, Nelayan Kaur Khawatir Ikan Melimpah Membusuk
Foto Ilustrasi dibuat dengan AI. Dok. Nusaly.com

Penjualan pedagang ikan turun hingga 50 persen dalam sepekan terakhir sehingga harga tuna dan tongkol di tingkat nelayan ikut melemah.

KAUR, NUSALY – Stok ikan laut di empat tempat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Kaur, Bengkulu, melimpah dalam sepekan terakhir.

Namun, minimnya jumlah pembeli membuat harga jual di tingkat nelayan turun dan hasil tangkapan seperti tuna, tongkol, salem, hingga ikan karang menumpuk di tempat pelelangan.

Stok menumpuk di empat TPI

Agus Setyawan, seorang pengepul sekaligus nelayan di Desa Linau, Kabupaten Kaur, mengatakan bahwa penurunan pembelian ikan laut oleh masyarakat terjadi sangat drastis dan mencapai separuh dari kondisi biasa.

“Penurunan daya beli masyarakat terhadap ikan laut mencapai 50 persen. Kami tidak tahu penyebabnya kenapa daya beli masyarakat turun drastis seperti ini. Akibatnya ikan laut stoknya melimpah dan kami khawatir ikan membusuk,” kata Agus, Senin (22/6/2026).

Sepinya pembeli membuat nelayan menurunkan harga jual kepada pengepul agar hasil tangkapan segera terserap pasar sebelum membusuk.

Harga tuna dan tongkol melemah

Akibat minimnya pembeli, nilai jual sejumlah komoditas ikan laut utama di Kaur terus merosot. Harga ikan tuna kecil turun dari Rp30.000 menjadi Rp26.000 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada komoditas ikan tongkol. Untuk ukuran besar, harga jual dari nelayan ke pengepul yang sebelumnya Rp25.000 kini turun menjadi Rp22.000 per kilogram. Sementara untuk jenis tongkol biasa, harga merosot dari Rp22.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.

Agus mengatakan nelayan masih dapat menjual hasil tangkapan karena pengepul lokal tetap membeli ikan, meski dengan harga yang lebih rendah dari biasanya.

Namun, jika kondisi sepi pembeli ini terus berlanjut, pendapatan ratusan nelayan di Kabupaten Kaur akan terpengaruh. Para pelaku usaha perikanan berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat merespons kondisi tersebut agar serapan pasar kembali meningkat dan pendapatan nelayan tidak terus tertekan. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version