Duka keluarga korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera di Muratara menjadi perhatian penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Melalui langkah taktis, Pemprov Sumsel memastikan seluruh kebutuhan keluarga, mulai dari akomodasi selama masa identifikasi hingga urusan peti jenazah, ditanggung sepenuhnya oleh negara.
PALEMBANG, NUSALY – Menanti kepastian di tengah duka bukanlah perkara mudah, apalagi bagi keluarga korban kecelakaan bus ALS yang datang dari luar pulau.
Memahami beban psikologis dan materiil tersebut, Pemprov Sumsel bergerak cepat memastikan tidak ada satu pun keluarga korban yang terlantar selama proses identifikasi DNA berlangsung di Palembang.
Delapan keluarga korban yang berasal dari Medan hingga Pulau Jawa kini telah difasilitasi menginap di Hotel Amaris. Tidak hanya urusan tempat tidur, seluruh kebutuhan konsumsi harian mereka juga dipenuhi secara cuma-cuma.
Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Herman Deru untuk menjamin ketenangan keluarga selama menunggu hasil laboratorium medis.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. Trisnawarman, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah saat ini difokuskan pada pelayanan yang memanusiakan.
“Bapak Gubernur meminta keluarga korban tetap difasilitasi dengan layak hingga seluruh proses selesai dan mereka bisa kembali ke daerah asal,” ujarnya.
Pendampingan Logistik Hingga Tuntas
Masalah biaya pemulangan sering kali menjadi ganjalan bagi keluarga yang sedang berduka. Menjawab hal itu, Pemprov Sumsel telah menyiapkan seluruh keperluan pemulasaraan, termasuk peti jenazah yang layak.
Koordinasi dengan pemerintah daerah asal para korban juga diperketat guna menjamin kelancaran serah terima jenazah nantinya.
Proses identifikasi melalui tes DNA memang memerlukan waktu. Selama masa tunggu tersebut, pendampingan terus diberikan secara intensif.
Salah satu jenazah korban asal Tegal, Jawa Tengah, bahkan telah berhasil dipulangkan lebih awal melalui jalur darat setelah identitasnya terkonfirmasi di Rumah Sakit Rupit.
Solidaritas Tanpa Batas Wilayah
Bantuan yang dikucurkan Pemprov Sumsel ini diberikan secara menyeluruh tanpa melihat sekat administratif daerah asal korban. Kesigapan ini menunjukkan komitmen Sumatera Selatan dalam mengedepankan nilai kemanusiaan di atas prosedur birokrasi yang kaku.
Pemerintah berharap dukungan penuh pada sektor akomodasi dan transportasi ini mampu meringankan sedikit beban duka yang dipikul keluarga.
Harapannya, setelah hasil DNA keluar, seluruh korban dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan dengan penghormatan terakhir di kampung halaman masing-masing.
Langkah nyata Pemprov Sumsel dalam menangani dampak kecelakaan ALS ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang responsif harus berjalan beriringan dengan empati. Pendampingan ini akan terus berlanjut hingga seluruh jenazah tiba di peristirahatan terakhir mereka. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
