Melalui momentum Nuzulul Quran 1447 H, Pemkab Muba di bawah kepemimpinan Bupati Toha Tohet meneguhkan komitmen pembangunan religius melalui dukungan kesejahteraan bagi pengabdi agama dan bantuan sosial bagi masyarakat rentan.
SEKAYU, NUSALY – Di bawah pendar lampu Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, lantunan ayat suci Al-Quran terdengar syahdu mengiringi peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026) malam. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba), malam turunnya Al-Quran ini bukan sekadar seremoni doa bersama, melainkan panggung nyata untuk menunjukkan keberpihakan pada kesejahteraan umat.
Bupati Muba H.M. Toha Tohet hadir tidak hanya untuk memperingati peristiwa sejarah Islam, tetapi juga membawa misi penguatan sosial. Dalam kesempatan tersebut, ia secara simbolis menyerahkan paket bantuan pangan bagi santri di Ponpes Salamun Aytam dan anak-anak yatim di Panti Asuhan Elnusa, serta santunan bagi kaum dhuafa melalui Baznas Muba.
Langkah Pemkab Muba yang paling menyentuh adalah pemberian insentif bagi para “pekerja sunyi” di rumah ibadah. Mulai dari imam masjid, marbot, hingga ustadz dan ustadzah yang selama ini menjadi mesin penggerak pendidikan akhlak di desa-desa, mendapatkan apresiasi atas dedikasi mereka menjaga religiusitas daerah.
Bupati Toha Tohet menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran harus bermuara pada tindakan nyata. Al-Quran, menurutnya, adalah kompas dalam memperkuat kepedulian antarsesama, terutama di bulan penuh berkah ini.
“Nuzulul Quran ini sarana kita mempererat silaturahmi. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melipatgandakan amal ibadah dan memperkuat solidaritas sosial, sembari menjemput keutamaan malam Lailatul Qadar,” ungkap Toha.
Komitmen Seribu Masjid
Upaya Pemkab Muba dalam merawat identitas sebagai “Kota Al-Quran” dan “Kota Santri” memang terus digencarkan secara struktural. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, H. Opi Palopi, menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari fisik bangunan, tetapi juga dari kematangan mentalitas dan karakter masyarakatnya.
Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah dukungan bantuan untuk seribu masjid di seluruh penjuru Kabupaten Musi Banyuasin. Program ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah hadir dalam memastikan pusat-pusat peradaban akhlak di tingkat akar rumput tetap tegak dan nyaman bagi jamaah.
“Kami ingin setiap sudut Muba memiliki napas religius yang kuat. Dukungan untuk seribu masjid dan bantuan bagi para pendidik agama adalah cara Pemkab Muba memastikan pembangunan berjalan beriringan dengan nilai-nilai spiritual,” jelas Opi.
Acara yang menghadirkan Ustadz H. Al Kholis sebagai penceramah ini diakhiri dengan pesan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga martabat daerah. Melalui rangkaian bantuan dan penguatan kebijakan keagamaan ini, Pemkab Muba mencoba mengirimkan pesan bahwa kemajuan daerah akan jauh lebih bermakna jika fondasi batiniah warganya tetap terjaga. [*/ADV]
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
