MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Muba Maju Lebih Cepat

Perkuat Sinergi di Bulan Suci, TP PKK Muba Matangkan Persiapan Lomba Tingkat Provinsi 2026

Perkuat Sinergi di Bulan Suci, TP PKK Muba Matangkan Persiapan Lomba Tingkat Provinsi 2026
Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Hj. Patimah Toha, menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Lomba PKK Tingkat Kabupaten dan Provinsi Tahun 2026 di Rumah Cinta Sekate, Rabu (11/03/2026). Dok. Diskominfo Muba

Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin mulai mematangkan kesiapan administrasi dan fisik guna menghadapi evaluasi tingkat provinsi tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada validitas data lapangan, profesionalisme kader Dasawisma, serta adaptasi peran Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa.

SEKAYU, NUSALY – Upaya mempertahankan prestasi organisasi menjadi agenda utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan lomba PKK tingkat kabupaten dan provinsi tahun 2026. Pertemuan yang dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Hj. Patimah Toha ini berlangsung di Rumah Cinta Sekate, Rabu (11/3/2026).

Rakor strategis ini menjadi wadah konsolidasi lintas sektoral yang dihadiri jajaran Staf Ahli, antara lain Liliyani A. Rohman, Nurhasanah, Zulkurniawan, dan Rodiah. Selain pengurus kabupaten, hadir pula perwakilan dinas terkait serta pengurus TP PKK dari tingkat kecamatan se-Bumi Serasan Sekate.

Dalam arahannya, Rodiah selaku Staf Ahli menekankan bahwa akurasi data merupakan pilar utama dalam penilaian lomba. Ia memberikan instruksi tegas kepada kecamatan seperti Keluang, Babat Toman, Sekayu, Sungai Keruh, dan Sungai Lilin untuk segera melakukan perbaikan teknis pada profil desa dan dokumentasi kegiatan.

“Validitas profil desa dan video kegiatan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Tim kabupaten akan melakukan pengecekan langsung (cross-check) setelah masa Lebaran. Kami minta kecamatan segera melakukan perbaikan teknis,” kata Rodiah.

Transformasi Posyandu dan Kader Dasawisma

Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah pembahasan mengenai transformasi Posyandu berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Posyandu kini resmi berstatus sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Perubahan status ini membawa perluasan fungsi layanan yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari pendidikan hingga urusan sosial.

Salim, Kepala Bidang Pokja IV, menjelaskan bahwa Posyandu kini merupakan bagian dari integrasi layanan primer yang melayani seluruh siklus hidup manusia. Konsekuensinya, kader Dasawisma dituntut memiliki 25 keterampilan dasar untuk mendeteksi berbagai permasalahan di tengah masyarakat.

“Posyandu bukan lagi sekadar urusan kesehatan balita. Kader harus mampu mendeteksi mulai dari anak putus sekolah hingga identifikasi rumah tidak layak huni,” ujar Salim.

Program Unggulan Lintas Pokja

Masing-masing Pokja turut memaparkan visi strategis untuk tahun 2026. Dahlia, Ketua Bidang Pokja I, mengemukakan pengembangan “Rumah Cinta” sebagai model pelayanan keluarga terpadu. Selain itu, Pokja I menggencarkan sosialisasi program JUPITER untuk memitigasi dampak negatif judi online dan pinjaman online di tingkat keluarga.

Di bidang ekonomi dan pendidikan, Ketua Pokja II Susrianti tengah menyiapkan nominasi “Gelari Pelangi” di Desa Toman, Bukit Jaya, dan Ulak Paceh. Fokus utama Pokja II adalah mematangkan produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) agar memiliki daya saing tinggi saat memasuki Rakerda Provinsi mendatang.

Supa Miana selaku Ketua Pokja III mengusung program “Ketapangmas” yang diintegrasikan dengan gerakan “Aku Hatinya PKK”. Program ini mengedepankan optimalisasi lahan pekarangan serta promosi Kain Gambo sebagai identitas lokal bernilai ekonomi tinggi. Sementara Pokja IV berkomitmen mengawal program Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana serta persiapan Lomba Iva Test dan Desa PHBS.

Pimpinan rapat menginstruksikan penerapan sistem “satu lokus” pada penilaian lomba mendatang guna meningkatkan efisiensi koordinasi. Ketua TP PKK Muba meminta para Camat untuk menyetorkan data desa yang memiliki masalah nyata, bukan sekadar desa berprestasi. Hal ini bertujuan agar pembinaan dalam tiga tahun ke depan menjadi lebih tepat sasaran.

Agenda koordinasi ini diakhiri dengan pembagian takjil dan buka puasa bersama. Hj. Patimah Toha menekankan bahwa momentum Ramadhan ini merupakan kesempatan memperkuat rasa kepedulian antar-pengurus. Ia berharap soliditas organisasi semakin kuat demi mewujudkan visi keluarga sehat, sejahtera, dan mandiri di Musi Banyuasin. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version