MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Ekonomi & Bisnis

Persit Sriwijaya Targetkan Penetrasi Pasar Nasional Lewat Produk Unggulan di Jakarta

Persit Sriwijaya Targetkan Penetrasi Pasar Nasional Lewat Produk Unggulan di Jakarta
Persit KCK PD II/Sriwijaya boyong lima UMKM unggulan ke Pameran Persit Bisa Ke-2 di Jakarta. Dok. Puspen Kodim 0402/OKI

Partisipasi dalam ajang Persit Bisa Kedua menjadi momentum validasi kualitas kriya Sumatera Selatan sekaligus penguatan struktur ekonomi keluarga prajurit.

PALEMBANG, NUSALY – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD II/Sriwijaya memastikan diri ikut ambil bagian dalam Pameran Nasional ”Persit Bisa” Ke-2 yang akan berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada 7-9 Mei 2026.

Kehadiran delegasi dari Sumatera Selatan ini bukan sekadar partisipasi rutin tahunan, melainkan sebuah langkah strategis untuk memamerkan kemandirian ekonomi anggota melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lima unit usaha binaan unggulan telah dikurasi secara ketat untuk merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus inovasi lokal dari Bumi Sriwijaya dan sekitarnya.

Dalam ajang yang mempertemukan kreativitas anggota Persit dari seluruh penjuru Nusantara ini, Persit KCK PD II/Sriwijaya mengandalkan diversifikasi produk yang cukup kontras.

Kelima UMKM yang diboyong meliputi RD Songket, Lidi Nipah, Kartika Sereh Wangi, Ragam Tapis Lampung, dan NTS Craft.

Kehadiran produk-produk ini mencerminkan bagaimana keluarga prajurit mampu mengolah bahan baku lokal menjadi barang gaya hidup yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjaga identitas wastra daerah agar tidak tergerus zaman.

Kain Tenun Songket Palembang dan Tapis Lampung yang ditampilkan dalam pameran ini hadir dengan pendekatan yang lebih segar.

Melalui sentuhan modern pada desain dan kegunaannya, wastra yang identik dengan acara adat tersebut kini ditransformasikan menjadi produk fungsional seperti tas serta pouch buatan tangan edisi terbatas.

Inovasi ini menjadi poin penting bagi keberlanjutan kriya lokal agar tetap relevan di mata kolektor nasional maupun masyarakat umum di ibu kota yang kian selektif dalam memilih produk kerajinan tangan.

Kemandirian ekonomi

Ketua Persit KCK PD II/Sriwijaya Ny Desi Ujang Darwis menyatakan bahwa partisipasi dalam pameran berskala nasional ini adalah bentuk apresiasi nyata atas kreativitas anggota.

Baginya, pameran adalah wadah krusial untuk menumbuhkan jiwa inovasi yang berujung pada penguatan ekonomi keluarga.

Dengan memamerkan produk seperti anyaman lidi nipah untuk kap lampu hingga aromaterapi sereh wangi, Persit ingin membuktikan bahwa unit usaha mereka memiliki daya saing yang kompetitif di pasar yang lebih luas di tengah gempuran produk fabrikasi yang membanjiri pasar domestik.

Ajang ini juga menjadi sarana strategis bagi Sumatera Selatan untuk memperkokoh posisi songket dan tapis sebagai kebanggaan budaya di kancah nasional.

Partisipasi masyarakat, terutama warga Palembang di Jakarta, diharapkan mampu memberikan validasi langsung terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh tangan-tangan dingin istri prajurit.

Keberhasilan dalam pameran di Balai Kartini nanti diharapkan dapat menjadi standar baru bagi pengembangan UMKM di lingkungan Kodam II/Sriwijaya agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi kreatif di masa mendatang.

Melalui pendekatan yang lebih terstruktur, Persit Sriwijaya berupaya memastikan bahwa setiap produk yang dibawa ke Jakarta memiliki narasi kuat di baliknya.

Bukan sekadar barang pajangan, setiap lembar songket dan anyaman lidi nipah membawa cerita tentang ketangguhan perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi dari lini terkecil, yakni rumah tangga.

Sinergi antara pelestarian budaya dan manajemen ekonomi yang modern ini menjadi kunci bagi Persit untuk terus berkontribusi pada kesejahteraan keluarga besar TNI Angkatan Darat sekaligus memperkaya khazanah wastra Nusantara. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version