MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Pendidikan

Sapu Bersih Bangku Siluman dan Titipan Pejabat, Pemkot Palembang Buka Kanal Aduan Siswa Baru

Sapu Bersih Bangku Siluman dan Titipan Pejabat, Pemkot Palembang Buka Kanal Aduan Siswa Baru
Foto Ilustrasi. Dok. Nusaly.com

Komitmen menegakkan keadilan akses pendidikan di ibu kota Sumatera Selatan diuji lewat pengetatan sistem pengawasan penerimaan siswa baru. Saluran interaksi publik dibuka lebar guna membendung intervensi nonprosedural dari oknum pemburu kursi.

PALEMBANG, NUSALY – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Palembang kini memasuki fase krusial. Demi meredam kecemasan tahunan para orang tahu murid terkait maraknya praktik lancung di lingkungan sekolah, otoritas pendidikan setempat resmi meluncurkan ruang pengawasan berbasis aduan masyarakat guna mengawal integritas proses seleksi.

Langkah taktis tersebut diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk mengantisipasi munculnya fenomena klasiknya “bangku siluman”—yakni meloloskan siswa di luar kuota resmi—serta praktik titipan dari oknum pejabat tertentu.

Saluran pengaduan yang disediakan mencakup berbagai lini komunikasi mulai dari aplikasi pesan WhatsApp, sambungan telepon interaktif, situs resmi kelembagaan, hingga akun media sosial resmi.

Penyediaan kanal berlapis ini ditujukan agar masyarakat tidak lagi merasa terisolasi saat menemukan indikasi kecurangan di lapangan.

Publik didorong untuk terlibat aktif menjadi mata dan telinga sistem di tengah rentannya manipulasi dokumen kependudukan maupun intervensi sepihak yang kerap mencederai prinsip keadilan bagi calon peserta didik.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak ragu atau takut melaporkan apabila di lapangan menemukan dugaan manipulasi data ataupun adanya intervensi yang nyata-nyata tidak sesuai aturan. Ini adalah instrumen pengawasan agar pelaksanaan SPMB bersih dari pungli dan titipan,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang Heru Hermawan di Palembang, Kamis (21/5/2026).

Menjamin hak kelompok rentan

Pengetatan sistem pengawasan ini menjadi hal yang mutlak dilakukan mengingat alokasi kursi pendidikan di sekolah-sekolah negeri harus didistribusikan secara proporsional.

Integritas seleksi menjadi taruhan utama, terutama untuk memastikan kuota bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (jalur afirmasi) serta penyandang disabilitas tidak dicaplok oleh oknum yang memanfaatkan celah birokrasi.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemerataan kualitas layanan pendidikan hanya bisa dicapai jika proses seleksi di hulu berjalan bersih. Jika celah kecurangan terus dibiarkan terbuka, maka ekosistem pendidikan yang transparan dan akuntabel di Kota Palembang terancam sulit terwujud.

Dinamika seleksi SPMB tahun ini dipastikan tetap berjalan melalui empat jalur reguler yang telah ditetapkan, yakni zonasi berbasis jarak domisili, prestasi akademik dan nonakademik, perpindahan tugas orang tua (mutasi), serta afirmasi kesejahteraan sosial.

Setiap jalur tersebut kini mendapatkan pengawalan digital yang ketat guna meminimalkan risiko manipulasi data administratif di tingkat tapak kelurahan.

Deklarasi integritas kepemimpinan

Sikap siaga menghalau praktik manipulasi penerimaan siswa baru ini diperkuat oleh instruksi langsung dari pucuk pimpinan daerah.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah, pengawas pendidikan, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah melakukan komitmen tertulis bersama untuk menjaga netralitas dunia pendidikan.

Otoritas kota memberikan peringatan keras kepada seluruh aparatur sipil negara maupun pihak luar agar tidak coba-coba melakukan tekanan politik atau transaksional guna meloloskan calon siswa tertentu di luar prosedur resmi.

Setiap anak di Bumi Sriwijaya ditegaskan memiliki hak konstitusional yang setara untuk mengakses layanan pendidikan bermutu tanpa perlu dibebani oleh pungutan liar.

“Kami ingatkan secara terbuka agar tidak ada lagi praktik titipan, pungli, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seleksi harus berjalan objektif. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan di Palembang harus kita jaga bersama lewat tindakan nyata,” kata Ratu Dewa menegaskan.

Efektivitas dari pembukaan kanal aduan ini kini dinanti oleh publik. Keberanian Dinas Pendidikan di dalam menindaklanjuti laporan warga dan menjatuhkan sanksi administratif bagi kepala sekolah yang terbukti bermain di bawah meja akan menjadi parameter utama, apakah kanal aduan ini benar-benar berfungsi sebagai benteng keadilan atau sekadar kosmetik birokrasi di awal tahun ajaran. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version