Kematangan strategi di atas lintasan yang membara menyelamatkan pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dari kekacauan taktik mencari haluan angin pada menit-menit krusial sesi kualifikasi Moto3.
MUGELLO, NUSALY – Sesi kualifikasi kedua (Q2) Moto3 di Sirkuit Mugello, Italia, menyuguhkan ujian ketahanan fisik sekaligus adu cermat strategi tim di dalam garasi.
Di tengah kondisi cuaca cerah dengan suhu permukaan lintasan yang menyengat hingga menyentuh angka 49 derajat Celsius, pembalap muda harapan Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan tempat di barisan tengah untuk memulai balapan utama.
Veda menyudahi sesi perebutan posisi start tersebut dengan menempati peringkat ke-13. Kendati belum berhasil menembus barisan depan, keberhasilan pembalap tanah air ini tidak terlepas dari keputusannya yang cermat untuk segera keluar ke lintasan tanpa terjebak dalam rombongan besar yang kerap merugikan di kelas ringan ini.
Sementara itu, posisi start terdepan atau pole position Grand Prix Italia 2026 akhirnya sukses direbut oleh pembalap Spanyol, David Almansa, setelah mencatatkan waktu tercepat melewati batas waktu psikologis para rivalnya.
Saling sikut di paruh pertama
Sejak lampu hijau menyala di pit lane, 18 pembalap yang berhak tampil di Q2 langsung memacu motor mereka demi mendekati rekor lap Moto3 Mugello yang berada di angka 1 menit 54,738 detik.
Patokan waktu cepat pertama muncul pada menit keempat ketika pembalap Malaysia, Hakim Danish, memimpin rombongan lewat torehan waktu 1 menit 54,880 detik.
Pada saat yang sama, Veda Ega Pratama langsung mencoba menorehkan waktu putaran terbaiknya. Putaran cepat pertama dari Veda mencatatkan waktu 1 menit 55,548 detik yang langsung menempatkannya sementara di posisi ke-13.
Tensi kualifikasi semakin memanas memasuki menit keenam ketika David Almansa mengambil alih pimpinan catatan waktu dengan 1 menit 54,862 detik.
Tepat setelah putaran tersebut atau pada menit ketujuh, mayoritas pembalap memilih kembali masuk ke dalam pit untuk mengganti ban dan merancang strategi final demi menyambut putaran kedua (run kedua).
Selamat dari jebakan “slipstreaming”
Drama sesungguhnya baru terjadi pada menit ke-13 sesi kualifikasi. Karakteristik Sirkuit Mugello yang memiliki lintasan lurus sangat panjang membuat taktik slipstreaming atau memanfaatkan pusaran angin dari motor di depan menjadi hal yang sangat krusial di kelas Moto3 demi mendongkrak kecepatan puncak.
Kondisi ini membuat para pembalap cenderung saling menunggu di dalam pit agar bisa keluar bersamaan dan membuntuti pembalap lain.
Di tengah situasi saling intip tersebut, Veda mengambil langkah berani dengan menjadi salah satu pembalap yang paling awal turun kembali ke trek.
Keputusan itu terbukti menjadi penyelamat bagi pembalap Indonesia ini. Ketika Veda sudah bersiap melakukan time attack terakhir dengan ruang lintasan yang bersih, sebagian besar pembalap lain justru terlambat keluar dari pit lane akibat terlalu lama mengatur strategi menunggu kelompok.
Akibatnya, banyak pembalap yang kehabisan waktu sebelum sempat memulai putaran panas terakhir mereka karena bendera finis keburu berkibar.
Setelah durasi 15 menit sesi kualifikasi berakhir, posisi David Almansa di urutan teratas tetap tidak tergoyahkan oleh para pesaingnya.
Veda Ega Pratama pun sukses mempertahankan posisi ke-13, sebuah modal yang cukup realistis bagi pembalap muda tersebut untuk bertarung memperebutkan poin penting dalam balapan sengit khas Moto3 esok hari. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
