Dewan Pengurus Pusat PKB menetapkan nakhoda baru di 17 kabupaten dan kota sewilayah Sumatera Selatan. Mesin politik langsung dikunci demi target kemenangan Pemilu Dua Ribu Dua Puluh Sembilan.
JAKARTA, NUSALY – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa mengambil langkah radikal dengan merombak total kepengurusan tingkat cabang di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Langkah strategis yang diumumkan langsung dari Jakarta ini menegaskan kuatnya cengkeraman sentralisasi kendali partai dalam memastikan kesiapan mesin politik di tingkat tapak menyongsong siklus pemilu berikutnya.
Pengumuman keputusan Tim Penataan Struktur tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui pertemuan virtual pada Kamis (11/6/2026) siang. Langkah ini sekaligus mengakhiri masa transisi dan menetapkan komposisi ketua, sekretaris, serta bendahara definitif untuk periode lima tahun ke depan.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Sumatera Selatan H Nasrul Halim yang mendampingi langsung pengumuman tersebut di Jakarta menegaskan bahwa perombakan ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja yang objektif.
Proses penyegaran organisasi sengaja dilakukan pada sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan akselerasi performa pasca-evaluasi menyeluruh.
”Alhamdulillah, komposisi ketua, sekretaris, dan bendahara cabang se-Sumatera Selatan sudah diputuskan oleh pusat. Meskipun ada beberapa daerah yang dievaluasi, hal itu semata-mata karena kinerja organisasi membutuhkan perbaikan dan penyegaran,” ujar Nasrul yang juga merupakan Anggota DPRD Sumatera Selatan.
Tenggat Kilat Dua Hari dan Disiplin Organisasi
Proses penyaringan para nakhoda baru ini diklaim telah melewati fase panjang, mulai dari musyawarah cabang, uji kelayakan dan kepatutan, hingga penilaian akhir oleh pengurus pusat.
Melalui mekanisme berlapis ini, pusat ingin memastikan bahwa figur yang terpilih bukan sekadar populer, melainkan memiliki loyalitas ideologis dan kemampuan manajerial yang matang.
Ketegasan instruksi Jakarta langsung terlihat dari tenggat waktu yang diberikan pascapengumuman. Pengurus pusat hanya memberikan waktu selama dua hari kepada para pimpinan yang baru terpilih untuk segera merampungkan susunan kepengurusan lengkap di daerah masing-masing.
Proses penyusunan formasi kabinet lokal ini tidak dibiarkan berjalan liar. Pengurus wilayah dan pusat akan melakukan pengawasan ketat guna mengantisipasi munculnya faksionalisme atau konflik internal di tingkat cabang.
Disiplin organisasi ini menjadi harga mati mengingat seluruh jajaran pengurus baru tersebut dijadwalkan akan dilantik secara massal di Jakarta pada akhir Juli mendatang bersamaan dengan momentum hari lahir partai.
Memetakan Poros Baru Kekuasaan di Daerah
Poros baru kekuasaan politik ini kini tersebar merata di tujuh belas kota dan kabupaten. Di ibu kota provinsi, kendali operasional Kota Palembang kini dipercayakan kepada Herman Sayuti yang didampingi oleh Subeni dan Eko Saputra. Sementara untuk wilayah penyangga seperti Banyuasin, estafet kepemimpinan beralih ke tangan Dedi Marus.
Penyegaran juga menyentuh wilayah lumbung suara penting di pesisir Timur dan Selatan. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, kendali organisasi kini dipegang oleh Farid Hadi Sasongko bersama Kenedi dan Erwin Ronel.
Bergeser ke Ogan Ilir, formasi dipimpin oleh Beni Hidayat, sedangkan untuk wilayah kaya komoditas seperti Musi Banyuasin dan Muara Enim masing-masing dipercayakan kepada H Rohman dan Desy Ryana.
Konsolidasi di wilayah Barat Sumatera Selatan juga tidak luput dari perhatian pusat. Nama-mana seperti Herdiyanto di Penukal Abab Lematang Ilir, Widia Ningsih di Lahat, serta Saiful Zahri di Empat Lawang menjadi tumpuan baru parpol.
Di wilayah metropolitan Lubuklinggau, Elvaria Novianti terpilih memimpin kepengurusan cabang, sementara Taslim memegang kendali Musi Rawas, dan Oon Kunaefi memimpin di Musi Rawas Utara.
Melengkapi peta baru ini, wilayah dataran tinggi Pagaralam kini dinakhodai oleh Ludi Oliansyah. Adapun untuk kawasan tiga bersaudara Ogan Komering Ulu, pusat menunjuk Feri Rizki di OKU induk, Ardiyan Gama di OKU Selatan, dan Hermanto di OKU Timur. Poros terakhir dikunci di Kota Prabumulih dengan menempatkan Efri Organda sebagai ketua cabang.
Pekerjaan rumah terbesar bagi tujuh belas nakhoda baru ini adalah mengubah struktur di atas kertas menjadi gerilya elektoral yang nyata. Pengurus wilayah menekankan bahwa target utama dari perombakan massal ini adalah mengamankan basis suara tradisional sekaligus merebut ceruk pemilih baru guna meraih kemenangan mutlak pada agenda politik tahun 2029 mendatang. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
