PALEMBANG, NUSALY — Sumsel United bersiap menatap fase paling menentukan dalam perjalanan mereka di Championship 2025/2026. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, tim berjuluk “Laskar Juaro” ini akan melakoni sembilan pertandingan sisa, dengan rincian lima laga kandang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) dan empat laga tandang.
Lima tim yang akan dijamu di Palembang adalah Garudayaksa FC, FC Bekasi City, Persikad, Persekat Tegal, dan rival sewilayah, Sriwijaya FC. Sementara itu, perjalanan tandang akan membawa mereka menghadapi tantangan berat dari Adhyaksa FC Banten, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru.
Pelatih Kepala Sumsel United, Nil Maizar, menegaskan bahwa timnya tidak memiliki pilihan selain tampil maksimal di setiap laga. Target promosi ke Super League (Liga 1) tetap menjadi harga mati yang dipatok manajemen.
“Kita masih ada sisa sembilan pertandingan lagi di putaran ketiga yang sangat penting untuk mencapai target sesuai keinginan manajemen klub, lolos ke Super League musim depan,” ujar Nil Maizar di Palembang, Senin (2/2/2026).
Tren Positif dan Evaluasi
Kepercayaan diri “Laskar Juaro” saat ini sedang berada di level tinggi. Hal ini tak lepas dari performa grafik meningkat yang mereka tunjukkan. Pada putaran pertama, Sumsel United hanya mampu mengemas 14 poin. Namun, pada putaran kedua, perolehan poin mereka naik menjadi 17 poin.
Hasil tersebut membuat posisi Sumsel United di papan klasemen kini menempel ketat dua pesaing utamanya, Garudayaksa dan Adhyaksa FC. Jika mampu menyapu bersih poin di laga kandang, peluang untuk naik ke kasta tertinggi semakin terbuka lebar.
Meski demikian, Nil Maizar menyadari masih ada celah di dalam skuadnya. Sebelum jendela transfer ditutup pada 6 Februari mendatang, ia mengisyaratkan akan melakukan perombakan atau penambahan pemain berdasarkan evaluasi menyeluruh.
“Sepertinya ada penambahan pemain. Tapi kita belum tahu siapa saja dan posisi mana saja yang akan dilakukan perubahan,” jelas mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut.
Faktor Kandang dan Tekanan Tandang
Keuntungan melakoni lima laga kandang di Jakabaring diharapkan menjadi kunci sukses. Dukungan suporter di Palembang akan menjadi pemain ke-12 saat menghadapi tim-tim tangguh seperti Garudayaksa. Sebaliknya, empat laga tandang ke Sumatera Utara dan Aceh dikenal sebagai “zona merah” karena atmosfer penonton lawan yang seringkali memengaruhi mentalitas tim tamu.
Sembilan laga ini bukan sekadar urusan teknis di lapangan hijau, melainkan ujian kematangan taktik dan ketahanan mental pemain. Bagi publik Sumatera Selatan, kesuksesan Sumsel United musim ini akan menjadi penawar rindu akan hadirnya kembali representasi Bumi Sriwijaya di level tertinggi sepak bola nasional.
(dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
