Pemulihan kepercayaan jemaah melalui keterbukaan manajemen menjadi kunci utama dalam menghidupkan kembali tradisi keagamaan yang sempat terhenti. Semangat gotong royong warga sukses memecah kebuntuan pengelolaan kurban selama hampir satu dekade.
BATURAJA, NUSALY – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kali ini dipastikan akan berjalan penuh keharuan sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi jemaah Masjid Al-Muttaqin.
Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang tanpa ada aktivitas penyembelihan hewan kurban, masjid yang berada di koridor Jalan Gatot Subroto, perbatasan Kelurahan Saung Naga dan Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Baturaja Barat, akhirnya kembali bangkit.
Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran pengurus masjid bersama tokoh masyarakat menggelar Rembuk Kedua Pembentukan Panitia Kurban di ruang utama masjid, Minggu malam (24/5/2026).
Pertemuan tatap muka yang dihadiri sekitar 20 orang perwakilan warga, pemuka agama, dan perangkat rukun tetangga setempat itu menjadi penanda berakhirnya masa absen kurban yang telah berlangsung selama hampir delapan tahun atau setara dengan dua periode kepengurusan sebelumnya.
Langkah berani untuk memulihkan tradisi komunal ini digerakkan oleh formasi kepengurusan baru di bawah komando Ketua Masjid Al-Muttaqin Cik Majid dan Ketua Dewan Pembina Ir M Jamil.
Kehadiran struktur kepanitiaan baru yang lebih segar di bawah kepemimpinan Rangga Tanaka selaku Ketua Panitia Kurban bersama M Husni sebagai Wakil Ketua, berhasil membangun kembali optimisme warga yang sempat pudar.
Ketua Panitia Kurban Masjid Al-Muttaqin Rangga Tanaka mengungkapkan bahwa mengikis keraguan jemaah setelah delapan tahun tidak menggelar kurban bukanlah perkara mudah. Pihaknya harus melakukan pendekatan dari pintu ke pintu dan menjamin tata kelola keuangan serta teknis pembagian daging akan dilakukan secara adil dan terbuka.
“Kami menyadari ada beban sejarah yang cukup berat karena sudah hampir delapan tahun masjid ini tidak menyembelih hewan kurban. Namun, melalui komitmen keterbukaan dalam rembuk malam ini, alhamdulillah kepercayaan itu kembali tumbuh dan jemaah mulai bergerak bersama,” ujar Rangga Tanaka saat rembuk pembentukan panitia kurban Masjid Al Muttaqin.
Dukungan awal dari para pekurban
Kerja keras pengurus dalam merajut kembali tali kebersamaan itu langsung membuahkan hasil nyata. Berdasarkan sirkulasi data sementara yang dicatat oleh panitia dalam rapat, jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun untuk Idul Adha tahun ini telah mencapai dua ekor sapi dan dua ekor kambing.
Kontribusi berharga tersebut datang dari beberapa elemen masyarakat, termasuk kepercayaan dari unit usaha lokal Keluarga Counter Yan Cell yang menyerahkan satu ekor sapi.
Dukungan moral yang besar juga ditunjukkan oleh kalangan profesional, di mana Kepala RSUD Ibnu Sutowo Baturaja Dr Rina turut mendaftarkan diri sebagai salah satu pekurban sapi di masjid tersebut. Sementara itu, untuk ibadah kurban kambing, tercatat atas nama Mustopa Karim serta satu paket kurban titipan untuk almarhum Sobirin.
Ketua Masjid Al-Muttaqin Cik Majid menegaskan bahwa pencapaian sementara ini merupakan bentuk kemenangan moral bagi warga Saung Naga dan Tanjung Agung. Kehadiran tokoh pemerintahan terkecil seperti Ketua RT M Arli dalam rapat tersebut sangat krusial guna memastikan akurasi data warga kurang mampu yang akan menerima distribusi daging.
“Tujuan utama kami bukan sekadar memotong hewan, melainkan menghidupkan kembali ruh gotong royong di masjid ini. Kehadiran dua sapi dan dua kambing pertama setelah delapan tahun kosong ini adalah amanah besar yang akan kami jaga dengan transparansi penuh,” kata Cik Majid menjelaskan.
Persiapan matang hari pelaporan
Guna memastikan seluruh prosesi berjalan khidmat dan tertib, panitia menjadwalkan pelaksanaan pemotongan hewan kurban akan dimulai tepat pukul 09.00 WIB pada hari pelaksanaan nanti dan dikawal hingga seluruh paket daging selesai didistribusikan ke rumah-rumah warga yang berhak.
Seluruh rangkaian rembuk warga yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup secara syahdu dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat, Sahroni.
Doa bersama tersebut dipanjatkan sebagai simbol permohonan keselamatan dan kelancaran agar momentum kebangkitan kurban di Masjid Al-Muttaqin dapat berjalan sukses tanpa hambatan teknis di lapangan.
Publik di Kecamatan Baturaja Barat kini melihat pergerakan takmir Masjid Al-Muttaqin sebagai contoh nyata bahwa masalah macetnya manajemen rumah ibadah di tingkat bawah dapat diselesaikan jika para pengurusnya mau duduk bersama warga secara terbuka.
Konsistensi kerja panitia baru dalam mengawal hari penyembelihan nanti akan menjadi parameter utama, apakah kebangkitan kurban ini mampu bertahan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang atau sekadar menjadi letupan semangat sesaat. (Jum Radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
