MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
MotoGP

Siasat Veda Ega Menaklukkan Elevasi Ekstrem Austin

Siasat Veda Ega Menaklukkan Elevasi Ekstrem Austin
Veda Ega Pratama tunjukkan progres signifikan di FP1 Moto3 Amerika 2026. Sempat di posisi buncit, pembalap Indonesia ini tembus posisi 15 besar di COTA. Dok. Honda Team Asia

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan grafik performa yang progresif pada sesi latihan bebas pertama Moto3 Amerika 2026 di Austin, Jumat (27/3/2026). Sempat terbenam di urutan terbawah, pembalap asal Gunungkidul ini berhasil menembus posisi 15 besar di sirkuit dengan tingkat kesulitan teknis tertinggi dalam kalender balap dunia.

AUSTIN, NUSALY – Sirkuit Amerika (COTA) bukan sekadar lintasan balap, melainkan ujian ketahanan fisik dan kecerdasan taktik. Dengan tanjakan tajam setinggi 41 meter menuju tikungan pertama serta total 20 tikungan yang menuntut pengereman agresif, Veda Ega Pratama mengawali sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan penuh kewaspadaan. Pada 14 menit awal, Veda sempat terlempar ke posisi ke-25 atau juru kunci, terpaut hingga 3,3 detik dari catatan waktu pemimpin lomba.

Ketertinggalan tersebut merupakan konsekuensi logis dari upaya pembalap debutan dalam memetakan titik pengereman (braking point) di aspal Austin yang terkenal bergelombang. Namun, memasuki paruh kedua sesi, Veda mulai menemukan ritme pada sektor dua dan tiga yang didominasi rangkaian tikungan cepat (S-curves).

Evaluasi telemetri

Titik balik terjadi saat sesi menyisakan delapan menit terakhir. Melalui evaluasi data telemetri yang presisi bersama mekanik Leopard Racing, Veda melakukan lompatan besar dengan mempertajam waktu putaran menjadi 2 menit 15,953 detik. Catatan ini sempat membawanya menyodok ke urutan ke-11, memangkas selisih waktu secara drastis hingga di bawah satu detik dari rombongan terdepan.

Kemampuan Veda menjaga stabilitas motor di tengah degradasi ban pada sektor terakhir menjadi indikator penting. Di kelas Moto3 yang sangat kompetitif, kecepatan di lintasan lurus (top speed) sering kali tidak cukup jika tidak dibarengi dengan akurasi di tikungan lambat. Meski sesi berakhir dengan posisi Veda di peringkat ke-15 akibat time attack dari para rival, selisih 1,5 detik dari Alvaro Carpe (KTM) yang menjadi tercepat memberikan sinyal positif bagi peluang kualifikasi.

Manajemen risiko

Tingginya risiko di COTA terbukti dengan jatuhnya sejumlah pembalap unggulan di menit-menit akhir. Guido Pini dan Joel Esteban terjatuh pada putaran penutup saat mencoba memaksakan batas performa motor. Alvaro Carpe akhirnya mengunci posisi pertama dengan torehan 2 menit 14,209 detik, diikuti oleh Maximo Quiles dan Joel Esteban yang sempat bersaing di barisan depan sebelum insiden terjadi.

Bagi Veda, keberhasilan menyelesaikan FP1 tanpa insiden fisik merupakan keuntungan strategis. Fokus tim kini beralih pada optimalisasi rasio transmisi dan distribusi bobot motor untuk meminimalisir guncangan saat melibas bagian lintasan yang bumpy. Konsistensi Veda dalam mempertajam waktu di setiap putaran diharapkan mampu membawanya langsung masuk ke sesi Q2 tanpa harus melalui drama kualifikasi pertama. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version