MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Muba Maju Lebih Cepat

Sinergi Dana CSR dan Gotong Royong Warga, Akses Jalan Antardesa di Musi Banyuasin Diperbaiki

Sinergi Dana CSR dan Gotong Royong Warga, Akses Jalan Antardesa di Musi Banyuasin Diperbaiki
Lewat kucuran CSR PT Dwibina dan gotong royong warga Pinggap, perbaikan Jalan Depati Senen sepanjang dua kilometer di Muba berhasil dituntaskan. Dok. Diskominfo Muba

Optimalisasi tanggung jawab sosial korporasi menjadi instrumen krusial dalam mempercepat pemulihan konektivitas antarwilayah di pedalaman. Ketangguhan modal sosial masyarakat menjadi motor penggerak yang mereduksi ketergantungan pada birokrasi anggaran daerah.

MUBA, NUSALY – Pola pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah pedalaman Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mulai bergeser ke arah kemandirian kolektif.

Menghadapi tantangan bentang alam yang luas serta keterbatasan akselerasi anggaran publik, pemerintah daerah kini gencar mendorong keterlibatan aktif sektor swasta dan masyarakat guna menjaga sirkuit logistik harian tetap berfungsi optimal.

Manajemen mitigasi kerusakan jalur transportasi tersebut dibuktikan lewat aksi nyata pemulihan fisik Jalan Depati Senen yang menghubungkan Desa Tanah Abang menuju Desa Pinggap, di wilayah Kecamatan Batang Hari Leko, Sabtu (23/5/2026).

Perbaikan jalur penghubung sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut dituntaskan tanpa harus menunggu antrean APBD, melainkan memanfaatkan skema kemitraan strategis.

Langkah taktis ini terealisasi berkat kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta PT Dwibina yang dikombinasikan dengan mobilisasi tenaga swadaya dari warga Desa Pinggap.

Aliansi kerja di lapangan dipimpin langsung oleh jajaran pemerintah kecamatan beserta perangkat desa guna memastikan fungsionalitas jalan kembali normal.

Keterlibatan korporasi dalam pembenahan sirkuit jalan ini dinilai krusial mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi ekonomi utama bagi distribusi hasil bumi, komoditas perkebunan rakyat, serta akses mobilitas harian anak-anak menuju lembaga pendidikan.

“Perbaikan jalan vital ini bisa terlaksana berkat dukungan penuh dana CSR perusahaan dan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat. Ini adalah langkah konkret agar sirkulasi transportasi ekonomi warga kembali nyaman dan aman dilalui,” ujar Kepala Desa Pinggap Rudi Hartono di Muba.

Merawat katup ekonomi pinggiran

Sengkarut akses transportasi di wilayah Batang Hari Leko selama ini kerap memicu fluktuasi harga kebutuhan pokok di tingkat domestik akibat tingginya biaya angkut kendaraan saat melewati jalur yang rusak.

Melalui pengerasan dan perbaikan struktur permukaan jalan yang rusak, potensi hambatan logistik tersebut kini dapat ditekan ke level minimum.

Bupati Muba Toha Tohet memberikan apresiasi tinggi terhadap model pelibatan multipihak ini. Penggunaan dana CSR untuk menyasar kebutuhan mendesak di sekitar wilayah operasional perusahaan dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral yang adil dalam menjaga keseimbangan aspek sosial lingkungan di daerah penghasil komoditas.

Pemerintah daerah berharap skema integrasi kerja seperti ini dapat diadopsi secara masif oleh kecamatan lain yang memiliki intensitas aktivitas industri tinggi. Langkah ini penting agar beban pemeliharaan aset publik tidak seluruhnya bertumpu pada kapasitas fiskal daerah yang terbatas.

“Kolaborasi murni antara sektor swasta, jajaran perangkat daerah, dan masyarakat ini sangat positif. Kepedulian perusahaan yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar warga seperti ini akan mempercepat pemerataan pembangunan,” kata Toha Tohet menjelaskan.

Ketahanan modal sosial

Di tengah laju modernisasi ekonomi, bertahannya sirkuit gotong royong di tingkat pemukiman pedesaan Muba menjadi catatan sosiologis yang menarik.

Camat Batang Hari Leko Ahmad Saropi menegaskan bahwa partisipasi tenaga fisik dari masyarakat bukan sekadar langkah efisiensi biaya tukang, melainkan simbol kepemilikan bersama atas fasilitas publik yang telah dibangun.

Guna memastikan daya tahan jalan pasca-perbaikan, jajaran pemerintah desa dan pihak manajemen perusahaan disarankan untuk menyusun regulasi pembatasan tonase kendaraan berat yang melintas.

Pengawasan berkala secara mandiri oleh komunitas warga lokal akan menjadi benteng pertahanan utama dalam mencegah kerusakan dini akibat kelebihan muatan.

Masyarakat Musi Banyuasin kini menanti pembuktian komitmen serupa dari perusahaan-perusahaan skala besar lainnya yang beroperasi di Bumi Serasan Sekate.

Ketajaman pemerintah kabupaten dalam mengoordinasikan dana CSR swasta agar tepat sasaran di sirkuit infrastruktur akan menjadi parameter utama, apakah model kolaborasi ini mampu menghapus potret ketimpangan jalan di pedalaman secara konsisten atau sekadar menjadi aksi sporadis di satu titik wilayah. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version