Ribuan kantong daging kambing dari kewajiban DAM jamaah haji asal Ogan Komering Ulu akan didistribusikan melalui jalur resmi lembaga zakat guna menjamin ketepatan sasaran bagi warga yang membutuhkan.
BATURAJA, NUSALY – Pengelolaan sisa ibadah haji berupa daging DAM dan hadyu kini diarahkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat daerah.
PT Karomah Bait Al-Ansor secara resmi menjalin sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk memastikan manfaat dari ibadah para jamaah haji dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Bumi Sebimbing Sekundang.
Kepastian kerja sama ini muncul setelah Pimpinan PT Karomah Bait Al-Ansor, Ustaz Juremi Slamet, menyambangi kantor BAZNAS OKU pada Kamis (7/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya tata kelola haji yang lebih transparan dan berdampak sosial nyata bagi warga prasejahtera serta penghuni panti asuhan di wilayah tersebut.
Target Distribusi Meluas
Pada musim haji 1447 H atau 2026 M ini, tercatat sebanyak 176 calon jamaah haji asal OKU yang bernaung di bawah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Karomah.
Seluruh kewajiban hewan sembelihan atau DAM dari ratusan jamaah tersebut tidak akan dibiarkan tanpa pengelolaan yang jelas, melainkan akan dikirimkan dalam bentuk daging kemasan untuk dibagikan secara serentak.
“Kami berencana membagikan ribuan kantong daging kambing hasil DAM haji ini bersama BAZNAS OKU. Sasarannya adalah warga yang benar-benar membutuhkan dan panti asuhan yang tersebar di wilayah OKU,” ungkap Juremi Slamet.
Ia menambahkan bahwa teknis pembagian akan dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi guna menghindari kerumunan dan memastikan pemerataan bantuan.
Jaminan Ketepatan Sasaran
Rencana penyaluran daging tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026 mendatang. Kerja sama dengan BAZNAS dipilih karena lembaga ini memiliki basis data kemiskinan yang lebih akurat, sehingga potensi tumpang tindih penerima bantuan dapat diminimalisir.
Ketua BAZNAS OKU Imam Nuryadin menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh lembaga swasta seperti PT Karomah Bait Al-Ansor merupakan modal penting dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang lebih profesional di daerah.
BAZNAS berkomitmen untuk mengawal proses distribusi tersebut dari hulu hingga ke tangan penerima manfaat.
“Kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan semua pihak demi mewujudkan program yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan umat di OKU,” ujar Imam.
Baginya, pendistribusian daging DAM ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan jembatan berkah antara para jamaah yang sedang beribadah di tanah suci dengan saudara-saudara mereka di tanah air yang sedang kesulitan secara ekonomi.
Menjaga Amanah Jamaah
Bagi PT Karomah Bait Al-Ansor, menyerahkan distribusi kepada BAZNAS adalah cara untuk menjaga amanah para calon jamaah haji. Dengan sistem satu pintu, para jamaah dapat lebih tenang menjalankan ibadah di Mekkah tanpa harus memikirkan teknis pembagian daging kurban mereka di kampung halaman.
Sinergi ini diharapkan menjadi percontohan bagi lembaga bimbingan haji lainnya di Sumatera Selatan. Bahwa ibadah personal para jamaah haji, jika dikelola dengan manajemen yang baik, mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan gizi masyarakat prasejahtera di daerah asal mereka masing-masing.
Pihak KBIH dan BAZNAS kini tengah mematangkan pertemuan khusus untuk mendetailkan mekanisme logistik agar daging tetap dalam kondisi segar saat diterima masyarakat bulan depan. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
