Kilas Daerah

Sopir Truk Asal Lampung Ditemukan Meninggal di Kabin, Polisi Belum Temukan Tanda Kekerasan

Sopir Truk Asal Lampung Ditemukan Meninggal di Kabin, Polisi Belum Temukan Tanda Kekerasan
Korban ditemukan tidak bergerak di dalam kendaraan yang terparkir di Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 10, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Selasa (4/8/2026) pagi. Dok. Radit / Nusaly

Pemeriksaan medis awal di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tidak menemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian.

BATURAJA, NUSALY.COM — Penyebab kematian seorang sopir truk angkutan barang asal Bandar Lampung yang ditemukan di dalam kabin kendaraannya di Baturaja Timur masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan medis awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban teridentifikasi bernama Adi Suarno (46), warga Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Korban ditemukan tidak bergerak di dalam kendaraan yang terparkir di Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 10, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Selasa (4/8/2026) pagi.

Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela melalui Kasat Reskrim Polres OKU AKP Nasron Junaidi mengonfirmasi, jajaran Polsek Baturaja Timur bersama Tim Inafis Polres OKU mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan masyarakat.

Alur Kejadian dan Hasil Olah TKP

Berdasarkan keterangan saksi, truk korban telah terparkir di lokasi sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan kondisi pintu sebelah kiri terbuka. Malam harinya, korban masih terlihat berada di sekitar kendaraan. Keesokan paginya, seorang warga yang memeriksa kabin mendapati korban sudah tidak bergerak, lalu melaporkan temuan tersebut kepada ketua RT yang diteruskan kepada aparat setempat.

Sekitar pukul 08.50 WIB, jasad korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan awal menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepolisian menyatakan penyebab pasti kematian baru dapat dipastikan setelah pemeriksaan lanjutan selesai dilakukan.

Dari dalam kendaraan, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban untuk kepentingan pendataan, antara lain dua unit telepon seluler, uang tunai, dokumen identitas, serta beberapa jenis obat-obatan pribadi.

Hingga Selasa siang, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan guna memastikan penyebab kematian korban sekaligus memproses koordinasi penanganan jenazah bersama pihak keluarga. (radit)

Exit mobile version