Pendidikan

Soroti Praktik Calo di PPDB Tahap Satu, SMKN 3 OKU Perketat Ujian CAT pada Gelombang Kedua

Soroti Praktik Calo di PPDB Tahap Satu, SMKN 3 OKU Perketat Ujian CAT pada Gelombang Kedua
Kepala SMKN 3 OKU Berkat Hanafi ungkap kendala calo di PPDB tahap satu dan siapkan sistem CAT transparan di tahap kedua Juni ini. Dok. Radit/Nusaly.com

Pihak sekolah mengimbau orang tua siswa menghentikan kebiasaan menitipkan pendaftaran melalui pihak ketiga demi menjaga integritas seleksi.

BATURAJA, NUSALY – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau PPDB tingkat sekolah menengah kejuruan negeri di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai memasuki fase krusial.

Namun, di balik berjalannya sistem digitalisasi pendaftaran, pihak otoritas sekolah masih menemukan celah klasik berupa keterlibatan pihak ketiga atau makelar yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut.

Fenomena tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala SMKN 3 OKU, Berkat Hanafi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan evaluasi total pelaksanaan SPMB gelombang pertama yang baru saja ditutup, panitia mendeteksi adanya kecenderungan dari sejumlah orang tua calon siswa yang masih mengandalkan jasa calo dalam mengurus berkas administrasi anak-anak mereka.

Praktik non-prosedural tersebut dinilai justru merugikan calon siswa itu sendiri. Banyak berkas pendaftaran yang akhirnya dinyatakan gugur dalam sistem karena setelah mendaftar secara daring, pihak ketiga tersebut tidak melakukan verifikasi faktual di lapangan guna mencocokan keabsahan nilai rapor asli.

Kuota melimpah dan dominasi jalur afirmasi

Hanafi merinci bahwa pada tahun ajaran ini, SMKN 3 OKU menyediakan total daya tampung yang cukup besar yaitu mencapai 576 kuota siswa baru. Pada seleksi tahap pertama kemarin, grafik antusiasme warga cukup tinggi dengan masuknya 474 berkas pendaftar.

Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 199 siswa dinyatakan resmi lulus seleksi melalui tiga jalur mandiri.

Berbeda dengan sekolah menengah atas yang didominasi oleh faktor kedekatan geografis, struktur kelulusan di SMK negeri ini justru didominasi oleh jalur Afirmasi yang mengakomodasi para pemegang jaminan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebaliknya, tingkat kegagalan tertinggi justru ditemukan pada jalur domisili. Hal ini terjadi karena panitia menerapkan batas radius penarikan koordinat yang sangat ketat, yakni hanya mengambil jarak maksimal 1 kilometer secara melingkar 360 derajat dari perimeter sekolah.

Sapu bersih manipulasi lewat ujian berbasis komputer

Bagi ratusan calon siswa yang dinyatakan gagal pada tahapan pertama, manajemen sekolah meminta mereka tidak berkecil hati. SMKN 3 OKU secara resmi membuka pendaftaran dan verifikasi berkas untuk tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 18 Juni 2026.

Guna menutup ruang gerak para calo dan memastikan proses seleksi berjalan objektif berdasarkan kompetensi materiil murni, pihak sekolah akan menerapkan ujian tertulis berbasis komputer (Computer Assisted Test atau CAT).

Melalui sistem ini, nilai hasil ujian para peserta akan langsung keluar secara transparan di layar monitor hanya dalam hitungan menit setelah ujian selesai.

“Kami menggunakan sistem CAT. Jadi anak-anak harus tetap belajar materi pelajaran SMP seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Jangan percaya dengan janji kelulusan dari orang lain karena begitu selesai tes, menit itu juga nilai anak langsung muncul secara transparan,” tegas Berkat Hanafi.

Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk mencari bibit unggul daerah. Melalui sistem komputerisasi yang transparan pada seleksi gelombang kedua tanggal 22 dan 23 Juni nanti, mutu input siswa yang diterima diharapkan jauh lebih berkualitas dan bersih dari intervensi eksternal. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version