Kompetisi kasta kedua Liga Indonesia musim 2025/2026 berakhir dengan catatan kontras bagi dua wakil Sumatera Selatan. Di saat tim pendatang baru Sumsel United berhasil menembus empat besar, klub legendaris Sriwijaya FC justru mengalami periode kelam dengan mendekam sebagai juru kunci tanpa satu pun kemenangan.
PALEMBANG, NUSALY – Harapan publik Sumatera Selatan untuk melihat wakil daerahnya kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional dipastikan tertunda. Dua tim asal Sumsel, Sumsel United dan Sriwijaya FC, dipastikan gagal melaju ke Indonesia Super League musim depan setelah mengakhiri fase grup dengan hasil yang bertolak belakang.
Sumsel United menutup kampanye musim ini dengan raihan positif setelah menaklukkan Persekat Tegal 3-1 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sabtu (2/5/2026).
Kemenangan tersebut mengukuhkan posisi tim berjuluk Laskar Juaro di urutan keempat klasemen akhir Grup 1 Wilayah Barat dengan total 42 poin. Namun, kegemilangan ini tidak diikuti oleh Sriwijaya FC yang harus menerima kenyataan pahit mendekam di peringkat ke-10 dengan raihan hanya dua poin.
Pencapaian Melampaui Ekspektasi
Sebagai klub baru di kancah sepak bola profesional, performa Sumsel United di bawah asuhan Nilmaizar tergolong stabil.
Dari 27 pertandingan yang dilakoni, Hafit Ibrahim dan kawan-kawan mencatatkan 12 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Produktivitas tim juga cukup baik dengan mengemas 40 gol berbanding 33 kemasukan.
Nilmaizar mengungkapkan bahwa penyelesaian musim di peringkat empat merupakan hasil dari sinergi kuat antara pemain, staf pelatih, dan manajemen.
“Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan kapasitasnya dan kita bisa menutup kompetisi dengan kemenangan. Sebagai klub baru, finis di peringkat empat adalah capaian yang patut disyukuri,” ujar mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut.
Ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada para pendukung dan suporter di Sumatera Selatan yang tetap setia mengawal perjuangan Laskar Juaro sepanjang musim. Evaluasi rutin dan dedikasi pemain dalam setiap sesi latihan menjadi kunci stabilitas tim hingga pekan terakhir.
Musim Kelam Laskar Wong Kito
Kondisi berbanding terbalik dialami oleh Sriwijaya FC. Klub yang pernah merajai sepak bola Indonesia ini justru mencatatkan rekor terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi resmi. Sepanjang musim 2025/2026, Laskar Wong Kito tidak mampu memetik satu pun kemenangan.
Dari 27 laga, Sriwijaya FC menelan 25 kekalahan dan hanya mampu meraih dua poin dari hasil imbang. Kerapuhan lini pertahanan menjadi persoalan akut yang terlihat dari angka kebobolan yang mencapai 93 gol, sementara lini serang hanya mampu membalas dengan 15 gol.
Kekalahan telak 0-4 dari Garudayaksa FC pada pekan pamungkas menjadi simbol rapuhnya performa mereka musim ini.
Pencapaian kontras kedua tim ini memberikan gambaran jelas mengenai peta kekuatan sepak bola di Sumatera Selatan.
Di saat Sumsel United mampu merangsek ke papan atas bersaing dengan tim mapan seperti Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC, Sriwijaya FC justru terancam kehilangan relevansinya jika tidak segera melakukan pembenahan manajerial dan teknis secara menyeluruh. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
