Sekber Wartawan Indonesia proyeksikan penandatanganan nota kesepahaman pada pembukaan Munas di Boyolali. Kolaborasi dua lembaga tersebut fokus pada penguatan delapan program prioritas nasional melalui jaringan media massa.
JAKARTA, NUSALY — Sekber Wartawan Indonesia (SWI) menjajaki sinergi operasional bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI guna memperkuat tata kelola penyaluran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan jurnalis. Pertemuan di Kantor Pusat BAZNAS RI Jakarta, Jumat 10 April 2026, membahas rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan hukum kolaborasi kedua lembaga. Penandatanganan dokumen strategis tersebut ditargetkan berlangsung pada pembukaan Musyawarah Nasional SWI di Boyolali, Jawa Tengah, 20 Mei mendatang.
Plt Ketua Umum SWI Herry Budiman menegaskan organisasi profesi wartawan memiliki potensi besar dalam mendukung literasi zakat nasional. Pembentukan penanggung jawab khusus (person in charge) diperlukan guna memastikan program sosial keagamaan berjalan terintegrasi dengan delapan agenda prioritas BAZNAS. Kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran media dalam pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi umat melalui skema yang transparan dan akuntabel.
Institusionalisasi kerja sama ini bagian dari upaya SWI memperkuat fungsi sosial organisasi di luar tugas jurnalistik murni. BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah nonstruktural memiliki otoritas resmi berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011 dalam menghimpun dana sosial keagamaan. Sinergi ini akan sasar berbagai sektor pemberdayaan mulai dari layanan kesehatan, mikrofinans, hingga bantuan darurat bencana yang menjadi kompetensi utama BAZNAS.
Sinergi program
Community Partnership Officer BAZNAS RI Donny Fajar Ramadhan mencatat poin-poin kolaborasi yang akan diajukan kepada pimpinan pusat. Delapan program utama mencakup Rumah Sehat, BAZNAS Microfinance, hingga pemberdayaan ekonomi melalui Z-Chicken dan Z-Mart menjadi ruang lingkup utama kerja sama. Kolaborasi dengan organisasi media dipandang strategis dalam memperluas jangkauan manfaat zakat kepada para mustahik di berbagai wilayah.
Rencana kehadiran Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid di Munas Boyolali jadi sinyal positif penguatan relasi antara otoritas zakat dan komunitas pers. SWI telah melaksanakan beberapa program sosial secara mandiri yang nantinya akan diformalisasi lewat standar operasional prosedur BAZNAS. Integrasi data dan sistem pelaporan menjadi aspek teknis yang akan dimatangkan sebelum pelaksanaan penandatanganan kerja sama di Jawa Tengah.
Pengurus SWI Depok dan jajaran bidang organisasi turut serta dalam merumuskan skema partisipasi anggota dalam program santripreneur serta beasiswa. Keterlibatan media massa secara aktif diyakini mampu tingkatkan kepercayaan publik terhadap penyaluran dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). Fokus utama tetap pada pencapaian target prioritas nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera melalui instrumen filantropi Islam.
Landasan hukum
BAZNAS bertanggung jawab langsung kepada Presiden melalui Menteri Agama dalam setiap aktivitas penghimpunan dana. Kerja sama dengan SWI harus memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan zakat nasional guna hindari inefisiensi penyaluran. Layanan Aktif BAZNAS (LAB) dan paket logistik keluarga jadi instrumen respons cepat yang dapat dikolaborasikan dengan jaringan informasi wartawan di lapangan.
Pemberdayaan ekonomi mustahik melalui modal usaha mikro dan bimbingan teknis menjadi prioritas jangka menengah kolaborasi ini. SWI proyeksikan pembentukan PIC di tingkat wilayah guna permudah koordinasi penyaluran bantuan saat terjadi bencana alam. Struktur organisasi SWI yang tersebar di berbagai provinsi permudah pemetaan warga membutuhkan di lokasi-lokasi terpencil.
Langkah taktis ini bagian misi besar jadikan organisasi pers sebagai agen perubahan sosial yang berdampak nyata. BAZNAS RI berkomitmen dukung setiap inisiatif lembaga yang miliki visi selaras dalam pengentasan kemiskinan. Musyawarah Nasional SWI mendatang jadi momentum sejarah dimulainya formalisasi kerja sama filantropi media berskala nasional. (dhi)
