Aksi pelemparan benda diduga bom molotov kembali terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Demang Lebar Daun, Palembang. Terekam kamera pengawas, serangan ini merupakan yang kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir di lokasi yang sama.
PALEMBANG, NUSALY – Keheningan dini hari di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Bukit Lama, Palembang, seketika pecah oleh suara pecahan botol yang disusul kobaran api. Selasa (24/3/2026) pukul 02.24 WIB, sebuah rumah tinggal sekaligus tempat usaha menjadi sasaran aksi dua pria tak dikenal yang melempar benda diduga bom molotov.
Api sempat menjilat bagian depan mobil milik korban dan merusak pintu rolling door tempat usaha di lokasi tersebut. Meski tidak memakan korban jiwa, insiden ini menyisakan trauma mendalam bagi penghuni rumah dan warga sekitar yang terbangun karena suara benturan keras.
Aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110. Dalam hitungan menit, personel Polsek Ilir Barat I mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah gerak awal dan pengumpulan bahan keterangan.
Terekam kamera pengawas
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan rekaman kamera pemantau (CCTV) di sekitar lokasi. Rekaman tersebut memperlihatkan secara jelas detik-detik peristiwa terjadi. Dua pria berboncengan sepeda motor tampak melambat saat mendekati sasaran sebelum salah satunya melempar botol berisi cairan mudah terbakar ke arah pekarangan.
”Suara lemparan terdengar sangat keras sebelum api tiba-tiba muncul dari pecahan botol yang menghantam lantai,” ungkap salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Metode serangan menggunakan botol kaca berisi bahan bakar ini menunjukkan pola intimidasi fisik yang terencana. Penggunaan cairan mudah terbakar bertujuan menciptakan efek kejut serta kerusakan fisik pada properti korban dalam waktu singkat.
Serangan berulang
Hal yang paling mencemaskan dari insiden ini adalah fakta bahwa ini bukan serangan pertama. Penelusuran di lapangan mengungkap, lokasi yang sama pernah mengalami kejadian serupa pada malam pergantian tahun 2026, tepat tiga bulan lalu.
Kejadian berulang di titik yang sama memicu dugaan kuat di kalangan penyidik bahwa aksi ini bukanlah kriminalitas acak. Ada indikasi motif khusus di balik serangan tersebut, baik terkait persoalan personal maupun upaya intimidasi sistematis terhadap pemilik rumah.
Guna mengungkap tabir di balik serangan ini, tim gabungan dari Polda Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, serta Tim Inafis dan Laboratorium Forensik telah turun tangan. Penanganan dilakukan secara terpadu melalui pembuktian ilmiah (scientific crime investigation) untuk memastikan identitas pelaku segera terungkap.
Pengejaran pelaku
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, kepolisian memberikan atensi penuh terhadap kasus ini. Ia menekankan, tidak ada ruang bagi pelaku kriminalitas yang meresahkan ketertiban warga.
”Personel sudah bergerak di lapangan. Semua barang bukti, mulai dari pecahan botol hingga rekaman digital, telah dikumpulkan. Fokus kami saat ini adalah pengejaran pelaku berdasarkan identifikasi awal,” tegas Nandang, Selasa siang.
Nandang menambahkan, tim gabungan sedang mendalami keterkaitan antara insiden dini hari tadi dengan kejadian pada malam tahun baru lalu. Sinkronisasi data dan pola serangan menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Situasi di lokasi kejadian kini terpantau kondusif, meski garis polisi masih terpasang untuk kepentingan penyelidikan. Polda Sumsel mengimbau warga yang memiliki informasi terkait ciri-ciri pelaku untuk segera melapor melalui layanan 110. Kewaspadaan lingkungan di kawasan Demang Lebar Daun pun kini ditingkatkan demi menjamin keamanan warga. (suherman)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
