Penyediaan sarana mandi, cuci, dan kakus yang layak di kawasan perdesaan menjadi instrumen vital dalam menekan angka penyakit berbasis lingkungan. Pembenahan infrastruktur sanitasi dasar terus dikejar guna meningkatkan standar higienitas hidup masyarakat di luar lingkar kota.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Akses terhadap fasilitas sanitasi yang higienis masih menjadi pekerjaan rumah mendasar di wilayah sektor perkebunan Sumatera Selatan. Melalui program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD OKI ke-128, pengerjaan fisik sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum bagi warga kurang mampu kini dilaporkan telah menyentuh angka 85 persen dari target operasional.
Proyek pembenahan sirkulasi sanitasi yang digulirkan oleh Kodim 0402/OKI-OI ini dipusatkan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pembangunan yang mencakup lima unit bilik MCK komunal tersebut ditargetkan rampung total sebelum upacara penutupan operasi bakti militer teritorial.
Langkah intervensi ini dinilai krusial mengingat keterbatasan sarana pembuangan yang ramah lingkungan di tingkat tapak berkorelasi langsung pada indeks kesehatan keluarga. Ketiadaan jamban sehat di pemukiman perdesaan sering kali memicu pencemaran sumber air bersih domestik.
Krisis sanitasi
Secara sosiologis, mayoritas penduduk di Kecamatan Mesuji Makmur bergantung pada sektor buruh kebun komoditas dengan pendapatan harian yang fluktuatif. Pola ekonomi ini membuat sebagian besar pemenuhan kebutuhan sekunder, termasuk standardisasi tangki septik (septic tank) yang aman dan bilik kamar mandi yang layak, sering kali terabaikan karena keterbatasan modal mandiri.
Pembangunan lima unit MCK oleh Satgas TMMD OKI ini ditempatkan pada titik-titik pemukiman padat yang paling minim memiliki akses pembuangan mandiri. Langkah taktis ini diambil untuk mereduksi kebiasaan buang air besar sembarangan (open defecation) yang berpotensi menyebarkan bakteri patogen berbahaya.
Penyediaan sarana sanitasi yang memenuhi standar kesehatan tidak sekadar bertujuan mempermudah aktivitas domestik harian warga. Lebih jauh, keberadaan bilik mandi yang bersih menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai penularan penyakit endemik saluran pencernaan serta mitigasi risiko stunting pada anak-anak di pedesaan.
Akurasi tenggat
Memasuki pertengahan Mei, manajemen konstruksi di lapangan terus dioptimalkan guna mengantisipasi deviasi waktu akibat faktor cuaca ekstrem di perbatasan. Pengerjaan fisik kini difokuskan pada tahap akhir, meliputi pemasangan ubin lantai, instalasi pipa saluran air bersih, serta pematangan dinding penutup bangunan.
Koordinator Lapangan pembangunan MCK TMMD OKI Ke-128, Kapten Arm Murod, menyatakan optimisme tinggi bahwa sisa pengerjaan sebesar 15 persen dapat dituntaskan tepat waktu. Keterlibatan aktif kelompok warga dalam pengangkutan material semen dan bata menjadi faktor penentu cepatnya akselerasi di lokasi proyek.
Manajemen lapangan menegaskan, standardisasi material bangunan tetap dijaga ketat agar fasilitas komunal ini memiliki daya tahan pakai jangka panjang. Pengawasan sirkulasi air dan pembuangan akhir menjadi perhatian khusus agar kompleksitas MCK ini tidak menimbulkan pencemaran baru di sekitar lahan warga.
“Alhamdulillah, pembangunan lima unit MCK saat ini sudah mencapai 85 persen. Dengan sisa waktu yang ada, kami optimistis seluruh pekerjaan akan selesai seratus persen. Ini adalah bentuk pengabdian TNI bersama masyarakat demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” kata Murod menjelaskan progres fisik, Minggu (17/5/2026).
Keberlanjutan fungsi
Rencana peresmian fasilitas pengolahan saniter di Desa Pematang Sukatani ini mendapat respons positif dari kelompok masyarakat tempatan, khususnya para lansia. Akses kamar mandi umum yang lebih dekat dan bersih dinilai memotong kerentanan fisik mereka yang sebelumnya harus memanfaatkan area sungai atau jamban darurat terbuka.
Meski demikian, rampungnya konstruksi fisik lima unit MCK ini menuntut adanya pembentukan kelompok swadaya pemelihara di tingkat desa pasca-operasi TMMD OKI berakhir. Tanpa adanya sistem pengelolaan berkala terkait kebersihan dan iuran perawatan infrastruktur pompa air, fasilitas publik semacam ini rawan mengalami kerusakan dini.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui dinas kesehatan distrik diharapkan hadir memberikan edukasi lanjutan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para pengguna manfaat. Kemitraan terpadu ini penting agar pembangunan fisik yang diinisiasi oleh jajaran komando militer mampu memberikan dampak struktural yang berkelanjutan bagi produktivitas warga perdesaan. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
