Seorang guru sekolah dasar tewas setelah dirawat intensif akibat luka tusuk yang diduga dilakukan oleh seorang siswi sekolah menengah pertama yang panik saat beraksi.
MUARADUA, NUSALY – Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan berduka sedalam-dalamnya. Seorang guru wanita bernama Sri Khodijah (47) mengembuskan napas terakhir setelah menjadi korban penusukan brutal di dalam rumahnya sendiri, di kompleks perumahan guru Kecamatan Buay Pemaca.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang baru saja pulang ke rumah tidak sengaja memergoki aksi pencurian di dalam kediamannya, yang berujung pada tindakan represif spontan dari pelaku akibat dirundung kepanikan.
Setelah sempat berjuang melewati masa kritis selama dua hari di fasilitas perawatan intensif rumah sakit di Palembang, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026. Kasus ini kini tengah ditangani secara serius oleh aparat kepolisian sektor setempat.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Buay Pemaca Ipda Redi Saputra menjelaskan bahwa korban merupakan seorang guru yang mendedikasikan hidupnya di SDN Danau Jaya. Insiden bermula ketika korban melangkah masuk ke dalam rumah dan langsung berhadapan dengan sesosok orang asing yang tengah menggeledah ruangan.
Diduga terkejut karena aksinya tepergok, pelaku yang berada di dalam dapur langsung menyambar sebilah pisau sepanjang 35 centimeter. Tanpa ragu, pelaku menghujamkan senjata tajam tersebut ke bagian perut korban sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian tanpa sempat membawa barang berharga milik korban.
“Saat masuk rumah, korban melihat ada seorang pencuri. Diduga pelaku panik, ia langsung mengambil pisau di dapur dan menusuk korban di bagian perut,” kata Redi Saputra saat dikonfirmasi pada Minggu (14/6/2026).
Dalam kondisi bersimbah darah, Sri Khodijah masih berupaya kuat untuk berlari keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada para tetangga di sekitar kompleks perumahan. Warga yang histeris melihat kondisi korban langsung melarikannya ke RSUD Muaradua, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar di Kota Palembang.
Buru Pelaku
Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengidentifikasi pelaku tunggal tersebut. Dari hasil pengumpulan bahan keterangan, polisi berhasil mengantongi identitas terduga pelaku penusukan yang ternyata masih berstatus sebagai pelajar.
Pelaku penusukan teridentifikasi sebagai seorang anak di bawah umur berinisial YS (16) yang tercatat sebagai siswi salah satu sekolah menengah pertama di Buay Pemaca. Fakta ini mengejutkan tim penyidik mengingat usia pelaku yang masih sangat muda namun nekat melakukan tindakan kriminal nekat.
“Dari keterangan saksi dan korban saat masih hidup, pelaku merupakan anak di bawah umur,” ujar Redi menambahkan.
Pengejaran intensif langsung dilakukan oleh tim buser ke kediaman pribadi pelaku tak lama setelah identitasnya terkonfirmasi. Namun, petugas mendapati rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pelaku diduga kuat telah melarikan diri keluar wilayah bersama dengan kedua orang tuanya.
Regulasi Anak
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pencarian terhadap YS dan keluarganya terus diintensifkan dengan berkoordinasi bersama jaringan intelijen polres jajaran. Polisi berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dengan tetap memperhatikan koridor hukum yang berlaku bagi anak berhadapan dengan hukum.
Penanganan hukum terhadap YS dipastikan akan mengikuti ketentuan khusus yang diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Kendati demikian, beratnya dampak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang guru tetap menjadi prioritas utama penegakan keadilan hukum di wilayah OKU Selatan.
Masyarakat dan komunitas guru di Buay Pemaca mendesak agar pelaku segera menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tragedi ini menyisakan trauma mendalam sekaligus menjadi alarm keras mengenai pentingnya pengawasan moralitas dan lingkungan sosial bagi generasi muda di tingkat daerah. **
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
