Lonjakan konsumsi di koridor hilir pertanian Sumatera Selatan memicu kemacetan distribusi energi di tingkat tapak. Kebijakan penggandaan kuota harian diharapkan mampu meredam kepanikan pasar sebelum berdampak pada inflasi daerah.
OKU TIMUR, NUSALY – Gelombang protes dan keluhan warga terkait tersendatnya pasokan bahan bakar minyak di wilayah timur Sumatera Selatan akhirnya mendapat respons cepat dari otoritas daerah.
Keterbatasan suplai energi yang sempat melumpuhkan aktivitas mobilitas perkebunan dan komoditas pertanian di kawasan Belitang kini diintervensi lewat penggandaan volume distribusi harian.
Krisis distribusi yang memicu antrean kendaraan hingga mengular ratusan meter di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) tersebut sempat memicu kegelisahan masif di berbagai platform media sosial.
Kelangkaan pasokan dinilai mulai mengganggu ritme kerja para petani, pedagang, dan pelaku usaha mikro yang perputaran ekonominya bergantung penuh pada kepastian bahan bakar.
Merespons eskalasi keresahan publik tersebut, Bupati OKU Timur Lanosin bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan langsung melakukan audit lapangan serta koordinasi intensif bersama pihak Pertamina.
Langkah darurat taktis diambil guna mengurai sumbatan logistik energi agar aktivitas harian masyarakat kembali berjalan kondusif.
Hasil dari intervensi tersebut, kuota pengiriman bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah terdampak di Belitang dan sekitarnya resmi dinaikkan hingga seratus persen mulai Jumat (22/5/2026).
Volume pasokan harian yang sebelumnya tertahan di angka 16.000 liter per hari kini digandakan menjadi 32.000 liter demi menjamin ketersediaan di dispenser pengisian.
“Kami sangat memahami keresahan masyarakat dalam beberapa hari terakhir akibat hambatan distribusi ini. Melalui tambahan kuota yang berlipat ini, kami berharap kepadatan antrean di lapangan bisa segera terurai dan normal kembali,” ujar Lanosin di sela peninjauan langsung di sejumlah SPBU Belitang.
Redam kepanikan isu Juni
Kemacetan antrean di sejumlah SPBU di OKU Timur disinyalir tidak murni disebabkan oleh kendala teknis pengiriman, melainkan diperparah oleh munculnya fenomena panic buying di tingkat konsumen bawah.
Publik perkampungan dilaporkan terpengaruh oleh beredarnya rumor liar di jagat maya mengenai adanya rencana pembatasan akses pembelian hingga isu perubahan tarif harga eceran BBM nonsubsidi yang dikabarkan bergulir menjelang 1 Juni mendatang.
Pemerintah daerah mengimbau keras agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan informasi yang belum tervalidasi kebenarannya oleh korporasi induk Pertamina.
Aksi borong massal maupun indikasi penimbunan jeriken secara ilegal justru dituding akan merusak skema pemerataan distribusi yang saat ini sedang dipulihkan secara bertahap.
“Sampai detik ini belum ada keputusan regulasi resmi dari pusat terkait isu perubahan harga atau pembatasan ketat per 1 Juni. Kami meminta warga tetap tenang, bijak menyaring informasi, dan belilah BBM sesuai dengan kebutuhan normal harian saja,” tegasnya.
Aktifkan layanan darurat
Sebagai langkah mitigasi tambahan untuk memecah konsentrasi antrean pada siang hari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan OKU Timur bersama pihak pengelola menyepakati perubahan pola operasional pangkalan.
Satu titik krusial, yakni SPBU Kumoring Botuna Jaya yang terletak di jalur lintas Belitang Madang Raya, kini diinstruksikan untuk membuka layanan operasional penuh selama 24 jam nonstop.
Strategi pengaktifan pos pengisian malam hari ini disiapkan sebagai katup pengaman guna memberikan keleluasaan akses bagi kendaraan logistik bermuatan besar dan angkutan hasil panen pertanian agar tidak menumpuk pada jam sibuk masyarakat urban.
Tim gabungan dari Diskominfo dan aparat penegak hukum setempat dipastikan akan mengawal ketat sirkulasi penyaluran kuota baru 32.000 liter ini di tingkat nosel SPBU.
Keberanian pemerintah daerah dalam menjamin pasokan energi di tapak hilir ini menjadi parameter penting, apakah pemulihan ini mampu menjaga stabilitas harga pangan daerah atau sekadar penyembuh sementara dari sengkarut rantai pasok energi regional. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
