Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan transformasi struktural jangka panjang melalui akselerasi program terpadu guna memastikan momentum pertumbuhan ekonomi menyentuh seluruh lapisan warga di tingkat tapak.
PALEMBANG, NUSALY – Rencana strategis pembangunan daerah tidak dapat dijalankan secara parsial melainkan harus melekat pada cetak biru yang terintegrasi. Memasuki usia yang kedelapan puluh tahun, arah kebijakan pembangunan dipacu untuk bergerak lebih cepat demi mengantisipasi pergeseran peta ekonomi global serta dinamika kebutuhan sosial kemasyarakatan yang kian kompleks.
Langkah konsolidasi arah baru pembangunan tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Selatan. Sidang ketatanegaraan yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Sumsel, Palembang, Senin (18/5/2026) pagi, dipimpin oleh Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie.
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang hadir langsung memaparkan peta jalan masa depan wilayah yang kini mengusung tema besar Sumsel Tangguh, Maju Lebih Cepat. Peringatan sewindu usia provinsi pada 15 Mei lalu ini sekaligus menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali komitmen pelayanan publik melalui instrumen kebijakan yang terukur.
Duabelas program taktis
Guna mengimplementasikan visi besar tersebut secara konkret, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah menggeber pelaksanaan 12 program strategis prioritas daerah. Rangkaian program komprehensif ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan pemenuhan hak dasar warga sekaligus memperkuat daya saing infrastruktur wilayah di kancah nasional.
Beberapa proyek monumental yang masuk dalam daftar prioritas utama meliputi pembangunan konektivitas logistik internasional melalui New Palembang Port Tanjung Carat. Di sektor jaminan sosial, pemprov menggulirkan Program Berkat atau Berobat Gratis Ber-KTP guna mempermudah akses kesehatan, yang bersanding dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diintervensi lewat program Pendidikan Berkeadilan, pemerataan konektivitas melalui Infrastruktur Tuntas Merata, skema Sumsel Interkoneksi, pencetakan wirausaha muda lewat program 100.000 Sultan Muda Sumsel, hingga langkah revitalisasi pasar-pasar tradisional di pedesaan. Seluruh program ini didesain agar berjalan simultan tanpa mengabaikan karakteristik sosiologis masing-masing kabupaten dan kota.
Evaluasi capaian makro
Formulasi program taktis tersebut didukung oleh capaian indikator makro Sumatera Selatan yang menunjukkan tren performa positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan evaluasi berkala, pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada tahun lalu berhasil menembus angka 5,35 persen, sebuah raihan yang menempatkan Bumi Sriwijaya pada posisi tertinggi kedua di seluruh daratan Pulau Sumatera.
Keberhasilan memacu roda produksi juga linier dengan efektivitas penekanan angka kemiskinan regional yang kini melandai di level 9,85 persen. Lebih impresif, angka kemiskinan ekstrem mampu ditekan hingga tersisa 0,76 persen, sebuah capaian indeks yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata performa nasional.
Perbaikan ini ditopang pula oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menuju angka 3,59 persen serta kenaikan Indeks Pembangunan Manusia ke posisi 74,76 yang menempatkan daerah ini dalam kategori tinggi selama tujuh tahun berturut-turut. Angka-angka statistik ini menjadi modal sosial yang kuat bagi pemerintah dalam meyakinkan mitra strategis maupun pelaku investasi.
Antisipasi disrupsi zaman
Kendati mencatatkan raport hijau pada berbagai indikator kesejahteraan, jajaran pimpinan daerah mengingatkan agar seluruh elemen birokrasi tidak terjebak dalam zona nyaman. Tantangan pembangunan ke depan dipastikan semakin berat, terutama dalam menghadapi puncak gelombang bonus demografi yang datang bersamaan dengan fenomena peningkatan populasi penduduk usia lanjut di wilayah perkotaan.
Langkah antisipasi mulai disiapkan melalui penajaman kebijakan ketenagakerjaan, optimalisasi kurikulum pendidikan vokasi, serta penguatan mental kewirausahaan generasi muda. Di sisi lain, tata kelola pemerintahan terus dipacu beralih ke sistem digital berbasis pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna memangkas rantai birokrasi yang lamban demi meningkatkan kepuasan publik.
Komitmen reformasi birokrasi dan inovasi pelayanan publik ini mengantarkan Sumatera Selatan meraih sederet apresiasi nasional. Sepanjang tahun lalu hingga awal tahun ini, daerah ini dinobatkan sebagai Provinsi Terinovatif Nasional pada ajang Innovative Government Award, menyabet penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah terbaik wilayah Sumatera, meraih UHC Awards 2026, hingga predikat penurunan prevalensi stunting terbaik tingkat nasional.
Sinergi horizontal bersama segenap tokoh masyarakat, unsur legislatif, serta aparat keamanan—termasuk kehadiran perwakilan parlemen pusat Giri Ramandha dan Iqbal Romzi, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho—diposisikan sebagai garansi utama untuk menjaga keberlanjutan prestasi tersebut. (ADV)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
