MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kilas Daerah

Wajah Humanis Korps Adhyaksa Ogan Komering Ilir di Jalur Protokol Kayuagung

Wajah Humanis Korps Adhyaksa Ogan Komering Ilir di Jalur Protokol Kayuagung
Kepala Kejaksaan Negeri OKI, I Gede Widhartama, Rabu (4/3/2026), memimpin langsung jajarannya dalam aksi bertajuk Ramadan Berbagi. Dok. Istimewa/Nusaly.com

Aparat penegak hukum di Ogan Komering Ilir menanggalkan sejenak kekakuan ruang sidang demi menyapa warga di jalanan. Melalui pembagian takjil, Kejaksaan Negeri OKI mencoba hadir sebagai bagian dari elemen sosial yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, melampaui tugas-tugas formal di meja hijau.

KAYUAGUNG, NUSALY – Citra jaksa sering kali terkurung dalam tumpukan berkas perkara dan dinding ruang sidang yang dingin. Namun, sore itu di gerbang kantor Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI), suasananya kontras. Para jaksa yang biasanya berhadapan dengan pasal-pasal hukum, justru berdiri di tepi jalan. Mereka menyapa warga yang melintas di jalur utama Kota Kayuagung, membagikan paket berbuka puasa di tengah kesibukan menjelang Magrib.

Kepala Kejaksaan Negeri OKI, I Gede Widhartama, Rabu (4/3/2026), memimpin langsung jajarannya dalam aksi bertajuk Ramadan Berbagi. Kegiatan ini mengambil lokasi tepat di depan kantor Kejari OKI, Jalan Letnan Muchtar Saleh Nomor 2. Dengan melibatkan seluruh jajaran staf, aksi ini mengirimkan pesan bahwa integritas seorang abdi hukum tidak harus membuat mereka berjarak dengan kehidupan warga di sekitarnya.

Targetnya tidak pilih-pilih. Mulai dari pengendara motor yang mengejar waktu untuk sampai di rumah, pengemudi mobil, hingga warga yang sedang berjalan kaki. Semuanya disapa dengan kehangatan yang sama. I Gede Widhartama menyebut bahwa sasaran utama mereka adalah para pengguna jalan yang masih beraktivitas saat waktu berbuka hampir tiba. Ini adalah bentuk empati kecil yang nyata di tengah hiruk-pikuk lalu lintas sore hari.

Menembus Sekat Institusi

Bagi Kejari OKI, membagikan paket takjil bukan sekadar menggugurkan kewajiban sosial di bulan puasa. Widhartama melihatnya sebagai upaya untuk menunjukkan sisi humanis kejaksaan. Institusi ini ingin dikenal bukan hanya sebagai mesin penegak hukum yang kaku, melainkan sebagai bagian dari elemen sosial yang peka. Interaksi di pinggir jalan raya tersebut menjadi cara paling sederhana untuk mempererat tali persaudaraan dengan warga setempat.

Para personel kejaksaan yang turun ke aspal jalanan memastikan distribusi berjalan tertib. Mereka mengatur ritme agar pembagian tidak memacetkan arus lalu lintas di jalur protokol tersebut. Antusiasme masyarakat Kayuagung pun terlihat tulus. Kehangatan yang muncul dari dialog singkat saat penyerahan takjil membuktikan bahwa negara, melalui aparatnya, bisa hadir dalam wajah yang lebih bersahabat dan peduli.

Langkah semacam ini sekaligus menjadi investasi sosial. Penegakan hukum yang kuat tetap membutuhkan basis kepercayaan dari publik. Dengan hadir langsung sebagai pemberi manfaat, Kejari OKI sedang merajut kembali kepercayaan itu. Warga diajak untuk melihat kejaksaan sebagai institusi yang terbuka dan punya hati, bukan sosok yang menjauh dalam eksklusivitas jabatan.

Soliditas di Balik Seragam

Setelah matahari terbenam dan paket terakhir berpindah tangan, agenda berlanjut ke area internal. Seluruh jajaran berkumpul untuk doa bersama dan berbuka puasa di lingkungan kantor. Bagi organisasi seperti kejaksaan, momen di meja makan seperti ini punya nilai strategis. Ini adalah ruang untuk melepas penat dari tekanan pekerjaan sekaligus memperkuat ikatan emosional antarpegawai.

Momentum ini dimanfaatkan Widhartama untuk mengasah kembali aspek integritas dan kekeluargaan di lingkungan kerjanya. Lingkungan kerja yang harmonis adalah syarat mutlak agar pelayanan hukum kepada masyarakat tetap maksimal. Di bawah semangat Ramadan 1447 Hijriah, kebersamaan ini diharapkan mampu memupuk rasa memiliki terhadap korps, sehingga setiap jaksa bisa bekerja dengan hati yang tenang.

Inti dari Ramadan Berbagi ini sebenarnya adalah soal keseimbangan. Ada waktu untuk bersikap tegas dalam urusan perkara, dan ada waktu untuk melembutkan hati dalam urusan kemanusiaan.

Melalui takjil yang dibagikan di Jalan Letnan Muchtar Saleh, Kejaksaan Negeri OKI sedang menanam benih kedekatan. Mereka ingin memastikan bahwa di mata warga Kayuagung, jaksa adalah kawan sejati dalam menjaga keadilan dan kebersamaan. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version