Di tengah gempuran belanja online dan pergeseran perilaku konsumen, pelaku usaha di Ogan Komering Ulu didorong menguasai literasi digital agar produk daerah tak sekadar jadi penonton.
BATURAJA, NUSALY — Di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menunjukkan daya saing produknya secara langsung. Sebanyak 52 stan memamerkan beragam produk unggulan daerah dalam Pameran Dagang Lokal memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kabupaten OKU di Taman Kota Baturaja.
Aroma seduhan kopi khas Baturaja bercampur wangi gula aren dan aneka camilan tradisional menyeruak di kawasan pameran. Sejumlah pengunjung tampak memadati lokasi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari tersebut, berbincang hangat dengan para perajin sambil mencermati ragam komoditas yang dipajang.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatra Selatan H. Herman Deru bersama Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.S.T.P., M.M., M.Pd. dan jajaran Forkopimda, yang dilanjutkan dengan menyusuri satu per satu stan pameran.
Teknologi Tanpa Literasi Akan Sia-Sia
Di hadapan para pelaku usaha dan tamu undangan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang juga merupakan putra daerah kelahiran OKU menegaskan bahwa perayaan usia 116 tahun OKU harus menjadi momentum perubahan cara berpikir.
Ia menyoroti tantangan era digitalisasi yang menuntut pelaku UMKM tidak hanya pasif menunggu pembeli, tetapi juga adaptif memanfaatkan ekosistem digital. Menurutnya, pemerintah dan pemangku kepentingan wajib memastikan bantuan teknologi diimbangi dengan edukasi yang memadai.
“Waktu bergerak cepat dan paradigma berpikir wajib berubah. Sekarang era serba online, tentu harus ada digitalisasi. Namun yang paling wajib adalah menonjolkan literasi digitalnya ke masyarakat. Jangan sampai kita memfasilitasi teknologi, tetapi masyarakat tidak paham cara memanfaatkannya,” tegas Herman Deru.
Ia mengingatkan, keberlanjutan ekonomi daerah selama lebih dari satu abad bertumpu pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, dan ketahanan para pelaku usaha di tingkat akar rumput.
Membuka Jalan agar UMKM Naik Kelas
Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menyampaikan bahwa pameran ini dihadirkan Pemkab OKU sebagai panggung nyata untuk menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan. Pameran ini menjadi ruang promosi sekaligus mempertemukan pelaku UMKM secara langsung dengan masyarakat.
“Ini adalah langkah dan bentuk kepedulian Pemkab OKU dalam merangkul para pelaku UMKM agar terus berkembang, berdaya saing, dan benar-benar naik kelas,” ujar Teddy.
Puluhan stan di Taman Kota itu menghadirkan ragam hasil usaha masyarakat yang didominasi oleh sektor kuliner dengan 45 jenis produk. Selain itu, pameran juga diramaikan oleh olahan kerajinan tangan, industri kopi daerah, keripik, gula aren, kerajinan rotan, madu, batu akik, fashion, hingga usaha berbasis agrobisnis seperti budidaya jamur.
Inovasi Layanan Publik di Tengah Pesta Rakyat
Selain menghadirkan ruang promosi bagi pelaku usaha, momentum peringatan hari jadi daerah ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten OKU untuk memperkenalkan inovasi pelayanan publik berupa Tirta Drink Mobile Water Purifier.
Fasilitas penjernih air minum siap konsumsi yang dapat dimobilisasi ke berbagai wilayah ini dihadirkan sebagai simbol komitmen daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara inovatif.
Di antara aroma kopi, deretan makanan tradisional, dan kerajinan tangan yang memenuhi Taman Kota Baturaja, peringatan HUT ke-116 OKU tidak hanya merayakan usia daerah. Pameran ini juga memperlihatkan bahwa daya saing ekonomi lokal bertumpu pada pelaku UMKM yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas daerah. (radit)
