Peristiwa

Identitas Jenazah Mahasiswa di Sungai Sodong Terungkap, Polisi Ungkap Riwayat Medis Korban

Warga Desa Sungai Sodong dikejutkan dengan penemuan jenazah pria yang mengambang di aliran sungai. Polsek Mesuji berhasil mengidentifikasi korban sebagai mahasiswa asal Muratara yang sempat menjalani perawatan medis di Bengkulu.

Identitas Jenazah Mahasiswa di Sungai Sodong Terungkap, Polisi Ungkap Riwayat Medis Korban
Warga Desa Sungai Sodong dikejutkan dengan penemuan jenazah pria yang mengambang di aliran sungai. (Dok. Istimewa)

KAYUAGUNG, NUSALY — Ketenangan warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terusik oleh penemuan sesosok jenazah laki-laki yang mengambang di aliran sungai setempat, Senin (12/1/2026) pagi. Penemuan yang sempat terekam dalam video amatir warga ini segera ditindaklanjuti secara cepat oleh jajaran Polsek Mesuji guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.

Setelah melakukan proses evakuasi dan identifikasi, kepolisian mengonfirmasi bahwa korban adalah M. Sunandi (22), seorang mahasiswa yang tercatat sebagai warga Dusun VIII, Desa Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kronologi Penemuan dan Evakuasi

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa jenazah korban pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, posisi korban mengambang dan terbawa arus dari arah hulu menuju hilir Sungai Sodong. Menyadari hal tersebut, warga bersama kepala desa dan perangkat desa setempat berinisiatif menggiring jenazah ke tepi sungai agar tidak hanyut lebih jauh.

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, melalui Kapolsek Mesuji, AKP Sairoji, menjelaskan bahwa pihaknya segera meluncur ke lokasi begitu menerima laporan dari Kepala Desa Sungai Sodong.

“Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Makarti Mulya dengan bantuan warga,” ujar AKP Sairoji, Senin sore.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Riwayat Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Maya di Puskesmas Makarti Mulya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau trauma fisik pada tubuh korban. Mengingat kondisi fisik jenazah saat ditemukan, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hingga lima hari sebelum ditemukan.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan Polsek Mesuji mengungkap fakta pilu di balik kematian mahasiswa tersebut. Berkoordinasi dengan Polsek Karang Dapo, Polres Muratara, diketahui bahwa Sunandi sebelumnya sedang menjalani proses perawatan rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bengkulu.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa selama masa perawatan, korban beberapa kali mencoba melarikan diri dari RSJ tersebut. Keluarga korban sempat berupaya melakukan pengobatan alternatif dengan membawa korban ke Pulau Jawa. Namun, berdasarkan informasi keluarga di Jawa, korban kembali melarikan diri hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa di wilayah perairan Mesuji, OKI.

Pihak Keluarga Ikhlas

Kepolisian telah menjalin komunikasi langsung dengan orang tua korban yang berdomisili di Muara Rupit, Kabupaten Muratara. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban. Saat ini, keluarga sedang dalam perjalanan untuk menjemput jenazah di Kabupaten OKI.

“Berdasarkan koordinasi dan riwayat korban, kuat dugaan korban mengakhiri hidup dengan terjun ke sungai,” pungkas AKP Sairoji.

Penemuan ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan dukungan sistemik bagi penyandang gangguan kesehatan mental. Keberhasilan Polsek Mesuji mengungkap identitas korban dalam waktu singkat diapresiasi sebagai langkah preventif agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat, terutama di media sosial.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version