PALEMBANG, NUSALY — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memanfaatkan momentum peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah untuk memperkokoh mentalitas dan karakter personel. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel, Kamis (15/1/2026), ini menekankan pentingnya korelasi antara kualitas ibadah personal dengan perilaku profesional anggota Polri di lapangan.
Mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menegaskan bahwa di tengah tingginya beban tugas kepolisian, aspek spiritualitas tetap menjadi kemudi utama dalam menjaga integritas.
“Jika iman dan takwa kita baik, maka sikap, perilaku, dan perbuatan kita dalam bertugas juga akan baik. Ini adalah esensi dari peringatan yang kita laksanakan hari ini,” ujar Kombes Pol Sudrajad di hadapan ratusan personel Polri dan ASN.
Logika Iman di Balik Profesionalisme
Dalam sambutannya, alumni Akpol 1996 ini mengajak jajarannya untuk memandang peristiwa Isra Miraj sebagai pelajaran tentang ketaatan pada kewajiban. Ia menekankan bahwa sebagaimana perintah shalat diterima Rasulullah melalui proses spiritual yang tinggi, tugas kepolisian pun harus dijalankan dengan kesadaran moral yang dalam.
Sudrajad juga mengingatkan bahwa nikmat kesehatan yang dimiliki saat ini harus dikonversi menjadi kinerja yang optimal bagi masyarakat. “Kita patut bersyukur masih diberikan kesehatan untuk melayani. Banyak rekan kita yang saat ini sedang sakit, maka yang sehat harus menunjukkan kualitas pengabdian yang lebih baik,” tambahnya.
[Image: Photo of the religious gathering at Masjid Assa’adah with a caption: Spiritual Reflection. Personnels of Polda Sumsel listening to the sermon on spiritual integrity.]
Transformasi Kedisiplinan dari Sajadah ke Lapangan
Hadir memberikan tausiyah, Habib Muhammad Rizki Alhabsy Alhafidz membedah sisi historis Isra Miraj sebagai bentuk penguatan mental Rasulullah saat menghadapi masa sulit. Dalam konteks modern, ia mengingatkan bahwa perintah shalat lima waktu yang diterima dalam perjalanan suci tersebut adalah instrumen utama pembentuk kedisiplinan manusia.
“Mari kita istiqamah menjaga shalat. Konsistensi dalam menjaga shalat wajib adalah cermin dari konsistensi manusia dalam memegang amanah,” tegas Habib Muhammad Rizki.
Polda Sumsel berharap melalui peringatan ini, setiap personel tidak hanya terjebak dalam rutinitas keamanan, tetapi memiliki jangkar spiritual yang kuat. Dengan demikian, pelayanan kepolisian yang “Presisi” dapat terwujud melalui pribadi-pribadi yang tertib secara spiritual dan berintegritas secara moral.
(emen)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
