MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Palembang Berdaya

Diplomasi Ramadan: Ratu Dewa dan Cik Ujang Pertegas Sinergi Tanpa Sekat

Diplomasi Ramadan: Ratu Dewa dan Cik Ujang Pertegas Sinergi Tanpa Sekat
Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wagub Sumsel Cik Ujang pertegas sinergi pembangunan dalam Safari Ramadan 2026. Dok. Diskominfo Palembang

Rumah Dinas Wali Kota Palembang menjadi saksi meleburnya ego sektoral antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. Pertemuan Ratu Dewa dengan Wakil Gubernur Cik Ujang menegaskan satu pesan kuat: percepatan pembangunan ibu kota adalah taruhan bagi citra Sumatera Selatan di mata nasional.

PALEMBANG, NUSALY – Suasana khidmat menyelimuti halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Minggu (15/3/2026), saat jajaran elite Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang duduk melingkar dalam satu meja.

Agenda Safari Ramadan kali ini kehilangan kesan formalitas birokrasinya, berganti dengan atmosfer kekeluargaan yang kental. Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, beserta rombongan besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi, menjadi sinyalemen bahwa koordinasi pembangunan di Bumi Sriwijaya kini berada dalam fase paling solid.

Bagi Wali Kota Palembang Ratu Dewa, menjamu jajaran provinsi di rumah dinas bukan sekadar urusan protokoler. Ini adalah panggung untuk menyelaraskan ritme kerja guna mengejar target-target pembangunan masif di kota tertua di Indonesia ini.

Dukungan provinsi adalah variabel kunci; tanpa restu dan bantuan anggaran dari Pemprov, ambisi Palembang untuk berbenah secara total akan menghadapi jalan terjal.

Penyatuan Kekuatan

Ratu Dewa menyadari betul bahwa Palembang memikul beban sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa momentum Ramadan harus menjadi titik balik untuk membuang jauh-jauh ego sektoral yang sering kali menghambat eksekusi program di lapangan. Kolaborasi adalah harga mati jika ingin melihat wajah Palembang berubah secara signifikan dalam waktu singkat.

“Harapan kita adalah memperkuat kerja sama dan menyatukan kekuatan pembangunan. Dengan dukungan penuh dari jajaran Pemprov, kita optimis percepatan pembangunan di Ibu Kota ini akan semakin masif,” ujar Ratu Dewa dengan nada optimis.

Baginya, sinkronisasi kebijakan antara kota dan provinsi akan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan, baik dari APBD kota maupun bantuan gubernur, mendarat tepat pada sasaran yang dibutuhkan warga.

Wajah Sumsel

Keselarasan gerak ini diamini langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang. Ia menaruh perhatian khusus pada peran strategis Palembang sebagai etalase utama Sumatera Selatan.

Dalam pandangan Cik Ujang, penilaian publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi sangat bergantung pada sejauh mana Palembang tertata. Jika ibu kota kumuh atau pembangunannya macet, maka citra Sumatera Selatan secara keseluruhan akan ikut terdegradasi di mata luar.

Cik Ujang menegaskan bahwa komunikasi antara gedung gubernuran dan kantor wali kota kini berjalan tanpa sekat. Tidak ada lagi hambatan komunikasi yang menghalangi arus informasi kebijakan. “Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa komunikasi terus berjalan lancar.

Palembang adalah wajah Sumatera Selatan; jika Palembang tertata baik dan pembangunannya lancar, maka baik pula penilaian orang terhadap Sumsel secara keseluruhan,” tegas mantan Bupati Lahat tersebut.

Serap Aspirasi

Pertemuan malam itu juga melibatkan berbagai elemen organisasi kepemudaan, menjadikannya sebuah forum serap aspirasi yang dinamis. Pemprov dan Pemkot sepakat bahwa pembangunan tidak boleh hanya bersifat top-down atau instruksi dari atas saja.

Mendengar suara pemuda adalah cara untuk memastikan bahwa program kerja tahun 2026 dan seterusnya memiliki relevansi dengan kebutuhan generasi masa depan.

Safari Ramadan ini bertransformasi menjadi ajang konsultasi publik informal. Masukan-masukan dari perwakilan pemuda dicatat sebagai bahan evaluasi untuk menyusun peta jalan pembangunan yang lebih inklusif.

Cik Ujang menambahkan bahwa keterlibatan organisasi kepemudaan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan agar tetap tepat sasaran dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek mercusuar tanpa manfaat jangka panjang bagi warga lokal.

Sinergi yang kian solid antara Ratu Dewa dan jajaran Pemprov Sumsel ini memberikan angin segar bagi iklim investasi di Palembang. Ketertiban dan kerukunan yang terjaga di pusat pemerintahan menjadi magnet bagi para investor untuk ikut menanamkan modal dalam berbagai sektor jasa dan infrastruktur.

Ratu Dewa berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ini sebagai modal dasar bagi setiap langkah kebijakan pembangunan yang ia ambil bersama pasangannya di visi RDPS.

Pertemuan di Rumah Dinas Wali Kota ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga intensitas komunikasi antar-instansi.

Perjalanan pembangunan Palembang menuju 2029 memang penuh tantangan, namun dengan jaminan dukungan tanpa sekat dari Pemerintah Provinsi, langkah Ratu Dewa terasa lebih ringan.

Sinergi ini adalah janji kepada rakyat bahwa pembangunan tidak akan berhenti pada narasi, melainkan aksi nyata yang merembes hingga ke tingkat kelurahan. (*/desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version