MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
DPRD OI

DPRD Ogan Ilir Desak Penanganan Cepat Krisis Air Bersih di Desa Sarang Elang

DPRD Ogan Ilir Desak Penanganan Cepat Krisis Air Bersih di Desa Sarang Elang
Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Partai Demokrat, Anjas Bagaskara, membeberkan realitas pahit yang dihadapi masyarakat. Dok. Humas DPRD Ogan Ilir

Melalui Sidang Paripurna LKPJ, DPRD Ogan Ilir menuntut solusi atas krisis air bersih di Sarang Elang dan risiko jalan akibat semak liar. Apa langkah nyata bagi warga?

OGAN ILIR, NUSALY – Jeritan warga Desa Sarang Elang, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, akhirnya bergema di ruang sidang parlemen. Dalam Sidang Paripurna DPRD Ogan Ilir terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2025, isu krisis air bersih menjadi sorotan tajam.

Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Partai Demokrat, Anjas Bagaskara, membeberkan realitas pahit yang dihadapi masyarakat. Menurut Anjas, air yang digunakan warga sehari-hari sudah jauh dari kata layak, bahkan mulai memicu masalah kesehatan.

“Bahkan untuk mandi saja mereka rasanya tidak layak, dan banyak dari warga mandi air tersebut mengalami gatal-gatal,” ujar Anjas saat menyampaikan pandangannya, Rabu (22/4/2026).

Kondisi memprihatinkan ini diduga kuat akibat rembesan limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang lokasinya bersinggungan dengan permukiman. DPRD menilai pemerintah daerah tidak boleh abai karena air bersih merupakan hak dasar yang menyangkut kualitas hidup masyarakat.

Risiko Keselamatan

Selain urusan air, DPRD Ogan Ilir juga menyoal keselamatan pengguna jalan. Anjas menyoroti rimbunnya semak liar di bahu jalan, atau yang akrab disebut warga sebagai istilah “tebas bayang”.

Tanaman liar yang merambah badan jalan ini dianggap bom waktu bagi pengendara. Jarak pandang yang terbatas, terutama saat hujan, memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas. Legislatif mendesak pemerintah kabupaten segera melakukan aksi pembersihan sebelum jatuh korban jiwa.

Respon Pemerintah

Menanggapi desakan dari kursi legislatif, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menyatakan kesiapannya untuk melakukan langkah taktis. Panca berkomitmen menindaklanjuti poin-poin yang mencuat dalam sidang tersebut sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Terkait “tebas bayang”, Bupati akan menginstruksikan jajaran kepala desa dan camat untuk mengaktifkan gerakan gotong royong. “Saya akan minta kepada pak sekda untuk menginstruksikan para kades bersama warga untuk melakukan tebas bayang di desanya masing-masing,” kata Panca.

Khusus untuk Desa Sarang Elang, pemerintah akan menurunkan tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke lapangan. Tim teknis ditugaskan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium guna memastikan tingkat pencemarannya.

Hasil laboratorium itulah yang nantinya menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah untuk memulihkan akses air bersih bagi warga. Sinergi antara pengawasan ketat DPRD Ogan Ilir dan eksekusi cepat pemerintah diharapkan segera mengakhiri keresahan masyarakat di lapangan. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version