MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
DPRD OI

DPRD Ogan Ilir Tagih Solusi Kekeringan di Tengah Ambisi Cetak Sawah

DPRD Ogan Ilir Tagih Solusi Kekeringan di Tengah Ambisi Cetak Sawah
Anggota DPRD Ogan Ilir Basri M. Zahri desak Pemkab OI atasi kekeringan sawah petani desa. Dok. Humas DPRD Ogan Ilir

Program cetak sawah dari pemerintah pusat jangan sampai membutakan realitas di lapangan. Di Ogan Ilir, petani tradisional kini menjerit akibat kekeringan yang mulai melanda lahan produktif mereka. Legislatif mendesak pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi teknis sebelum krisis air memicu kegagalan panen massal di desa-desa.

INDRALAYA, NUSALY – Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir di Tanjung Senai menjadi panggung bagi suara para petani yang terhimpit kiamat air, baru-baru ini. Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Nasdem, Basri M. Zahri, melontarkan kritik pedas di hadapan pimpinan dewan dan Wakil Bupati Ardani. Ia menyoroti fenomena kekeringan yang mulai mencekik lahan persawahan masyarakat di beberapa kecamatan, sementara fokus pemerintah dianggap terlalu condong pada program formalitas.

Basri menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir harus serius memperhatikan nasib petani desa. Ia meminta dinas terkait tidak hanya terpaku pada kesuksesan program cetak sawah nasional. Baginya, menjaga sawah produktif yang sudah ada di desa-desa jauh lebih mendesak dibanding sekadar mengejar target luas lahan baru. Para petani lokal kini butuh solusi teknis, bukan sekadar paparan program di atas kertas.

Prioritas Lokal

Keluhan masyarakat tani di pelosok Ogan Ilir kini mencapai titik nadir. Basri mengungkapkan bahwa OPD terkait harus segera bergerak mencarikan jalan keluar dari krisis air ini. “Jangan fokus ke program pusat cetak sawah dan sawah produktif saja, sedangkan para petani desa justru mengalami kekeringan. Kami minta dinas terkait carikan solusi segera,” tegas Basri saat menyampaikan tanggapan fraksi dalam Rapat Paripurna XXIX Masa Sidang II Tahun 2026.

Kritik ini bukan bermaksud menolak program pusat. Basri menekankan bahwa agenda cetak sawah nasional tetap harus berjalan baik. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap sawah-sawah rakyat yang sudah ada. Kelangsungan hidup petani di tingkat desa sangat bergantung pada ketersediaan air yang stabil. Jika sawah produktif di desa gagal panen akibat kekeringan, maka ambisi swasembada pangan daerah hanya akan menjadi angan-angan.

Basri berharap ada intervensi nyata dari Pemerintah Daerah melalui perangkat dinasnya. Solusi tersebut bisa berupa normalisasi saluran irigasi, bantuan pompa air, atau pembuatan sumur bor di titik-titik krusial yang terdampak kekeringan. Petani butuh bantuan nyata di lapangan agar usaha tani mereka tetap bisa berhasil di tengah cuaca ekstrem. Harapannya, keseimbangan antara program nasional dan kebutuhan lokal bisa terjaga dengan baik demi kesejahteraan warga Ogan Ilir.

Respon Eksekutif

Pemerintah daerah tidak tinggal diam menanggapi “jeweran” dari gedung legislatif tersebut. Wakil Bupati Ogan Ilir Ardani memberikan respons positif atas aspirasi yang disampaikan oleh dewan. Ia menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti keluhan kekeringan tersebut melalui dinas teknis terkait. Baginya, masukan dari DPRD adalah mata dan telinga pemerintah dalam melihat persoalan riil yang dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Terima kasih kepada dewan yang telah mengingatkan hal ini. Kami akan segera instruksikan dinas terkait untuk menindaklanjuti dan mencari solusi lapangan,” ujar Ardani singkat. Langkah cepat eksekutif kini sangat dinanti oleh para petani. Koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian menjadi kunci untuk memitigasi dampak kekeringan yang lebih luas di wilayah Bumi Caram Seguguk.

Sidang paripurna pun ditutup dengan catatan penting mengenai keberpihakan anggaran pada sektor pertanian dasar. Persoalan kekeringan ini diprediksi akan menjadi salah satu bahasan hangat dalam evaluasi kinerja OPD ke depan. Masyarakat kini menunggu, apakah komitmen pemerintah daerah ini akan segera berujung pada mengalirnya kembali air ke sawah-sawah mereka, atau justru tetap kering di tengah hiruk-pikuk program cetak sawah yang terus berjalan. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version