Muba Maju Lebih Cepat

Dua Rumah Rusak Akibat Longsor, Pemkab Muba Gandeng BBWS Selidiki Penyebab

Dua Rumah Rusak Akibat Longsor, Pemkab Muba Gandeng BBWS Selidiki Penyebab
Penyerahan bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk korban bencana longsor bantaran Sungai Bataleke di Kecamatan Lais, Minggu (19/7/2026). Dok. Diskominfo Muba

Pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan sekaligus berkoordinasi dengan BBWS menelusuri dugaan pergeseran tembok penahan Sungai Bataleke sebagai pemicu longsor.

SEKAYU, NUSALY – Bencana tanah longsor merusak dua unit rumah warga di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Minggu (19/7/2026) dini hari. Selain menyalurkan bantuan darurat, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS untuk menelusuri dugaan pergeseran tembok penahan Sungai Bataleke yang diduga menjadi pemicu longsor.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah rumah semi permanen dilaporkan roboh akibat longsor yang diduga dipicu pergeseran tembok penahan sungai di aliran Sungai Bataleke.

Dampak insiden dini hari ini menyebabkan rumah milik Rohima (70) mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian material mencapai Rp150 juta. Sementara satu rumah lainnya milik Fauzan mengalami rusak ringan dengan taksiran kerugian sekitar Rp20 juta. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Merespons kejadian tersebut beberapa jam setelah informasi diterima, Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet langsung menginstruksikan Camat Lais, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD untuk segera turun ke lokasi guna memberikan penanganan darurat.

“Saya telah memerintahkan Camat Lais, Dinas Sosial, dan BPBD untuk segera turun ke lokasi memberikan penanganan, mendata kebutuhan korban, serta menyalurkan bantuan. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Toha di Sekayu, Minggu siang.

Selain penyaluran logistik, langkah lanjutan difokuskan pada penelusuran penyebab longsor. Melalui Dinas PUPR, Pemkab Muba berkoordinasi dengan BBWS untuk menindaklanjuti dugaan pergeseran tembok penahan Sungai Bataleke.

Di lapangan, petugas bersama perangkat desa setempat saat ini tengah melakukan inventarisasi barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan serta mengamankan area sekitar longsoran. Pemerintah daerah juga sedang memproses pengusulan bantuan sosial bagi keluarga terdampak.

Pemkab Muba menyatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan di sepanjang bantaran Sungai Bataleke, sembari menunggu hasil penelusuran BBWS yang akan menjadi dasar penanganan lanjutan terhadap infrastruktur di lokasi kejadian. (dhi)

Exit mobile version