MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kilas Daerah

Firdaus Hasbullah: Kemenangan Idul Fitri adalah Keberpihakan pada Rakyat Kecil

Firdaus Hasbullah: Kemenangan Idul Fitri adalah Keberpihakan pada Rakyat Kecil
Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah ingatkan makna Idul Fitri 1447 H sebagai momentum kendalikan ego dan perkuat keberpihakan pada rakyat kecil. Dok. Ist

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah menegaskan bahwa esensi kemenangan Ramadan tidak berhenti pada seremoni saling memaafkan. Ia menyerukan penguatan tiga pilar kebangsaan—persatuan, keadilan, dan keberpihakan pada masyarakat kecil—sebagai aksi nyata menekan kesenjangan sosial di Bumi Serepat Serasan.

PALI, NUSALY – Gema takbir di Masjid Balayudha, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (20/3/2026) pagi, membawa pesan yang melampaui ritual tahunan. Bagi Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, Idul Fitri 1447 Hijriah adalah momentum “titik nol” untuk menguji sejauh mana para pemangku kebijakan mampu menanggalkan ego pribadi demi kepentingan publik.

Firdaus, yang menunaikan ibadah shalat Id lebih awal mengikuti ketetapan Muhammadiyah, menyebut bahwa kemenangan sejati bukan sekadar keberhasilan menahan lapar dan haus selama sebulan penuh. Ujian sesungguhnya justru terletak pada kemampuan manusia dalam menundukkan rasa angkuh, sombong, dan keinginan untuk selalu merasa benar.

“Kemenangan yang sesungguhnya adalah keberhasilan menahan rasa angkuh, sombong, iri, dengki, serta keinginan untuk selalu merasa benar. Pengendalian diri inilah letak kemenangan fitrah kita,” ujar Firdaus saat ditemui wartawan usai shalat Id.

Menjaga Tiga Pilar

Di balik pesan religius itu, politisi senior yang menyandang gelar SH dan MH ini menyelipkan visi kebangsaan yang tajam. Ia menggarisbawahi tiga pilar utama yang tidak boleh ditawar demi masa depan PALI: persatuan yang kokoh, keadilan yang merata, dan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat kecil.

Ketiga pilar tersebut, menurut Firdaus, saling mengunci satu sama lain. Persatuan antar-elemen masyarakat tidak akan pernah tegak jika rasa keadilan belum menyentuh akar rumput. Baginya, Idul Fitri harus menjadi pengingat agar kebijakan daerah tidak melupakan nasib warga yang masih terhimpit kesulitan ekonomi.

”Ada tiga pilar yang harus konsisten kita jaga: persatuan yang kokoh antar-elemen masyarakat, keadilan yang merata bagi seluruh rakyat, dan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat kecil,” tegas Firdaus.

Transformasi Aksi Nyata

Persoalan kesenjangan sosial menjadi sorotan penutup dalam refleksinya. Firdaus meyakini, jika semangat berbagi yang diasah selama Ramadan tetap dijaga secara konsisten, maka angka ketimpangan di tengah masyarakat PALI dapat ditekan secara signifikan. Ia berharap momentum Lebaran tahun ini menjadi titik balik bagi munculnya aksi-aksi sosial yang lebih konkret.

“Semangat Idul Fitri harus bertransformasi menjadi aksi nyata dalam membantu sesama. Dengan persatuan dan keadilan, kita bisa membangun PALI yang lebih solid,” tambahnya sembari menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga PALI.

Kini, tantangan bagi Firdaus dan jajaran legislatif adalah membuktikan bahwa tiga pilar tersebut bukan sekadar retorika di pelataran masjid, melainkan kompas dalam setiap kebijakan yang diambil untuk Bumi Serepat Serasan. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version