Gubernur Sumatera Selatan membaur bersama ribuan jemaah, menekankan penguatan harmoni dan persatuan pasca-Ramadan.
PALEMBANG, NUSALY – Pelataran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo belum lagi kering dari embun pagi, Sabtu (21/3/2026), saat ribuan warga mulai menyemut. Arus manusia mengalir deras dari lorong-lorong kota, meluber hingga ke Bundaran Air Mancur yang ikonik.
Suasana khidmat seketika menyelimuti jantung Palembang; sebuah ritual kemenangan setelah sebulan penuh menahan dahaga dan nafsu. Di tengah lautan jemaah itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang hadir, luruh dalam saf yang sama dengan rakyatnya.
Kehadiran duet pemimpin Sumatera Selatan ini bukan sekadar rutinitas kalender. Di bawah kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang, momen spiritual seperti ini bertransformasi menjadi simbol kuatnya stabilitas sosial di Bumi Sriwijaya.
Tradisi shalat di masjid rakyat ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk tetap berdiri di garis depan, menjaga kedekatan batin dengan warga tanpa sekat protokoler yang kaku.
Pesan Persaudaraan
Sebelum takbir pertama berkumandang, Herman Deru berdiri di depan pengeras suara. Suaranya mantap, mencerminkan kewibawaan seorang nakhoda daerah yang berhasil menjaga harmoni di 17 kabupaten/kota.
Ia tidak bicara soal angka-angka pembangunan yang rumit, melainkan soal ketulusan. Baginya, Ramadan adalah kawah candradimuka yang telah menggembleng empati sosial masyarakat Sumatera Selatan di bawah pengawalan kebijakan pemerintah yang inklusif.
“Idul Fitri ini adalah saatnya kita saling memaafkan dengan tulus yang paling paripurna. Ramadan sudah melatih kita untuk peduli, dan hari ini kita buktikan bahwa persaudaraan di atas segalanya,” ujar Herman Deru.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, ia menitipkan ucapan minal aidin wal faizin, sebuah pesan syukur atas kondusivitas daerah yang tetap terjaga sepanjang bulan suci.
Ia mengingatkan bahwa tantangan hari esok tidak akan ringan. Namun, dengan modal sosial berupa kekompakan dan kerukunan yang terus dipupuk Pemprov Sumsel, Sumatera Selatan memiliki fondasi yang kokoh untuk tetap berdiri tegak.
Nilai-nilai kebaikan yang didapat dari masjid diharapkan tidak menguap begitu saja saat baju lebaran mulai disimpan di lemari, melainkan menjadi energi untuk membangun daerah.
Titik Balik
Pelaksanaan shalat berlangsung dengan keteraturan yang mengagumkan, cerminan dari kesiapan aparat daerah dalam mengawal hari besar keagamaan. Gemuruh takbir yang bersahutan dari pengeras suara masjid bersejarah itu menciptakan getaran spiritual yang mendalam.
Khutbah yang disampaikan pun sarat akan pesan moral: tentang pentingnya meruntuhkan ego dan memperkuat persatuan nasional demi akselerasi pembangunan daerah yang digagas pemerintah.
Di jajaran undangan, tampak para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir memberikan warna. Kehadiran tim lengkap Pemprov Sumsel ini merupakan bentuk nyata instruksi Gubernur agar seluruh jajaran tetap siaga menjaga stabilitas warga, bahkan di hari kemenangan sekalipun.
Inilah performa birokrasi yang lincah; memastikan pelayanan publik tetap berjalan harmonis di tengah hiruk-pikuk perayaan Idul Fitri.
Harapan Rakyat
Herman Deru menutup pesannya dengan ajakan untuk melangkah bersama. Ia optimis, semangat Idul Fitri mampu meruntuhkan sekat-sekat perbedaan yang mungkin muncul akibat dinamika sosial. Baginya, pembangunan Sumatera Selatan bukan hanya soal infrastruktur fisik yang megah, melainkan tentang bagaimana merawat akar spiritualitas yang menjadi identitas jati diri wong kito.
Di bawah langit Palembang yang mulai terang, jemaah membubarkan diri dengan raut wajah ceria. Ada harapan baru yang dibawa pulang; bahwa di bawah kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang, Sumatera Selatan akan tetap menjadi rumah yang damai, aman, dan sejahtera.
Keberhasilan Pemprov Sumsel dalam merajut harmoni di hari kemenangan ini menjadi modal berharga untuk melanjutkan agenda-agenda strategis pembangunan di masa depan. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
