MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Muba Maju Lebih Cepat

Gerak Cepat Tim Gabungan Evakuasi Jasad Pemuda di Arus Sungai Musi

Gerak Cepat Tim Gabungan Evakuasi Jasad Pemuda di Arus Sungai Musi
Tim gabungan di Musi Banyuasin berhasil temukan korban tenggelam di Desa Lumpatan. Evakuasi dilakukan cepat sejauh 4 kilometer dari lokasi awal. Dok. Diskominfo Muba

Operasi pencarian di perairan Desa Lumpatan menjadi bukti ketangkasan personel penyelamat dalam menghadapi situasi darurat. Di bawah tekanan arus Sungai Musi yang kuat, tim lintas unsur berhasil menemukan dan mengangkat jasad korban hanya dalam waktu dua jam setelah mesin perahu pertama kali menderu.

SEKAYU, NUSALY – Ujian kesiapsiagaan bagi tim penyelamat di Musi Banyuasin sering kali datang tanpa peringatan, dan biasanya diakhiri dengan balapan melawan waktu di tengah keruhnya air. Begitu laporan hilangnya seorang pemuda masuk ke pusat komando, taruhannya bukan lagi sekadar prosedur, melainkan kecepatan gerak personel di lapangan. Di Sungai Musi yang alirannya sulit ditebak, keterlambatan semenit saja bisa berarti kehilangan jejak korban hingga puluhan kilometer ke arah hilir.

Kepala Pelaksana BPBD Musi Banyuasin, Marko Susanto, Sabtu (7/3/2026), langsung mengambil kendali operasi begitu timnya tiba di RT 004 Dusun II Desa Lumpatan. Di sana, sebuah motor terparkir sejak subuh menjadi saksi bisu hilangnya Muhamad Ariyadi. Tanpa banyak bicara, para personel dari Basarnas Palembang, BPBD Muba, bersama aparat TNI dan Polri segera membagi tugas. Fokus mereka satu: menyisir permukaan dan area di bawah air sebelum arus membawa korban lebih jauh.

Mesin perahu mulai dihentakkan tepat pukul 08.07 WIB. Suara deru perahu polietilena dan jetski BPBD memecah ketenangan pagi di tepian sungai. Tim tidak bergerak acak. Mereka melakukan penyisiran dengan pola yang rapi, memantau setiap tumpukan sampah atau ranting yang menjorok ke sungai—titik-titik yang biasanya menjadi tempat jasad tersangkut akibat dorongan air dari bawah.

Menaklukkan Radius Lima Kilometer

Mencari seseorang di Sungai Musi adalah pekerjaan yang menguras fisik dan konsentrasi. Arus bawah sering kali bergerak jauh lebih cepat daripada apa yang terlihat di permukaan air yang tenang. Oleh karena itu, tim menetapkan jangkauan pencarian hingga radius lima kilometer. Langkah ini merupakan keputusan taktis untuk memastikan tidak ada jengkal perairan yang lolos dari pantauan, terutama di area-area yang memiliki pusaran air cukup dalam.

Keterlibatan warga lokal dan perangkat desa juga menjadi variabel penting. Pengetahuan mereka tentang lekukan dasar sungai di wilayah Lumpatan membantu tim mengarahkan armada ke titik-titik yang paling rawan. Di tengah teriknya matahari pagi, para petugas tetap fokus mengamati permukaan air, mencari tanda-tanda keberadaan korban di tengah luasnya sungai yang membelah Sekayu tersebut.

Ketangkasan dan ketajaman mata para personel akhirnya membuahkan hasil signifikan. Sekitar pukul 09.30 WIB, jasad Ariyadi terlihat mengapung. Jaraknya sudah mencapai empat kilometer dari lokasi penemuan sepeda motornya. Evakuasi dilakukan dengan cepat namun penuh rasa hormat. Begitu jasad berhasil dinaikkan ke daratan dan identitasnya dipastikan, tim segera membawa jenazah untuk diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu di rumah duka dengan duka yang dalam.

Kesiapan yang Menjadi Kunci

Penemuan jasad dalam waktu kurang dari dua jam sejak operasi dimulai bukanlah sebuah kebetulan. Pj Sekda Muba Syafaruddin, mewakili Bupati HM Toha Tohet, melihat keberhasilan evakuasi ini sebagai buah dari kematangan personel di lapangan. Baginya, kecepatan respons BPBD dan Basarnas adalah bentuk nyata dari pelayanan publik dalam kondisi krisis. Semakin cepat korban ditemukan, semakin cepat pula keluarga mendapatkan kepastian, meskipun kabar yang dibawa adalah kabar duka.

Namun, Syafaruddin juga menyelipkan catatan penting. Kehebatan tim penyelamat di lapangan tidak seharusnya membuat masyarakat abai terhadap keselamatan diri sendiri. Sungai Musi tetaplah perairan yang berbahaya bagi mereka yang meremehkan kekuatannya. Peringatan agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai terus digelorakan, mengingat insiden seperti ini bukan kali pertama terjadi di wilayah Bumi Serasan Sekate.

“Kami sangat menghargai gerak cepat semua pihak, termasuk bantuan dari warga. Ini menunjukkan bahwa tim kita selalu siap dalam kondisi apa pun,” ungkap Syafaruddin saat menutup operasi pencarian tersebut secara resmi. Dengan tuntasnya evakuasi di Desa Lumpatan, para personel kembali ke markas, bersiap untuk panggilan tugas berikutnya, sementara Sungai Musi kembali mengalir tenang membawa peringatan bagi siapa pun yang tinggal di sela-sela bantarannya. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version