Humaniora

Langkah Strategis SWI Memperkuat Standar Profesionalisme Jurnalis Nasional

Melalui kemitraan strategis dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) memastikan akselerasi uji kompetensi bagi anggotanya di berbagai daerah. Langkah ini menjadi penegasan posisi SWI dalam mengawal integritas pers dan kualitas informasi di tingkat akar rumput hingga nasional.

Langkah Strategis SWI Memperkuat Standar Profesionalisme Jurnalis Nasional
Melalui kemitraan strategis dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) memastikan akselerasi uji kompetensi bagi anggotanya di berbagai daerah. (Dok. DPP SWI)

JAKARTA, NUSALYSekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) mengambil langkah konkret dalam menjawab tantangan kredibilitas pers dengan memperluas akses sertifikasi bagi para jurnalisnya. Di tengah tuntutan publik akan informasi yang sehat, SWI memosisikan diri sebagai garda terdepan yang mendorong pemenuhan standar kompetensi melalui kolaborasi dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Dalam pertemuan resmi yang digelar di FISIP UMJ, Rabu (28/1/2026), jajaran pimpinan SWI mematangkan peta jalan penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan dilaksanakan secara simultan sepanjang tahun ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar organisasi untuk melahirkan jurnalis yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman etika.

Plt. Ketua Umum SWI, Herry Budiman, mengungkapkan bahwa organisasi telah memetakan kebutuhan sertifikasi di sejumlah titik krusial. Pasca-Musyawarah Nasional (Munas), SWI dijadwalkan segera mengeksekusi pelaksanaan UKW di Lampung, Palembang, Jawa Tengah, hingga wilayah Jabodetabek.

“Komitmen kami jelas, SWI ingin memastikan setiap anggotanya memiliki legitimasi profesional yang diakui secara nasional,” ujar Herry.

Ekosistem Pengembangan Kapasitas oleh SWI

Langkah SWI menggandeng UMJ tidak hanya berhenti pada urusan sertifikasi teknis. Organisasi ini tengah merancang ekosistem pengembangan kapasitas yang lebih luas bagi para anggotanya. Sinergi ini membuka peluang bagi para jurnalis di bawah naungan SWI untuk melanjutkan studi akademik di jenjang S-1 maupun S-2 Ilmu Komunikasi di UMJ, guna memperkuat landasan intelektual dalam berkarya.

Dekan FISIP UMJ, Prof. Dr. Evi Satispi, M.Si, mengapresiasi proaktifnya SWI dalam membangun standar kualitas profesi. Baginya, keinginan SWI untuk berkolaborasi secara berkelanjutan menunjukkan kematangan organisasi dalam melihat masa depan industri media. Keseriusan ini akan segera dituangkan dalam sebuah nota kesepakatan (MoA) yang mencakup aspek pendidikan dan pelatihan jurnalistik.

Direktur LUKW UMJ, Dr. Tria Patrianti, S.Sos, M.I.Kom., turut mengonfirmasi kesiapan tim penguji untuk mendukung misi SWI tersebut. Dengan dukungan manajerial dan transparansi yang disepakati, SWI optimistis target 30 hingga 32 peserta per wilayah dapat tercapai secara efektif, memastikan setiap wartawan yang berada di bawah benderanya mampu memenuhi standar yang ditetapkan Dewan Pers.

Menjaga Marwah Organisasi di Tengah Disrupsi

Inisiatif SWI dalam memacu uji kompetensi ini diharapkan menjadi standar baru bagi organisasi profesi jurnalis di Indonesia. Dengan memprioritaskan kualitas di atas kuantitas, SWI berupaya mengembalikan marwah pers sebagai institusi yang kredibel dan tepercaya di tengah hiruk-pikuk informasi digital.

Bagi publik, langkah yang diambil SWI ini merupakan jaminan bahwa informasi yang diproduksi oleh anggotanya telah melalui proses kurasi oleh individu yang kompetensinya telah teruji. Profesionalisme yang dibangun SWI bukan sekadar formalitas administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga marwah demokrasi dan hak masyarakat atas informasi yang berkualitas.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version