Safari Ramadan Pemkab OKI tahun ini melampaui seremoni formal. Dari bedah rumah tidak layak huni hingga layanan kesehatan gratis, pemerintah daerah berupaya menghadirkan berkah nyata di tengah kekhusyukan ibadah warga.
KAYUAGUNG, NUSALY – Bagi Isa (58), Ramadan 1447 Hijriah bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Di sela riuh ibadah, warga Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini akhirnya bisa bernapas lega. Rumahnya yang selama bertahun-tahun berdiri dengan dinding papan rapuh dan atap yang kerap “menangis” saat hujan, kini mulai dipugar oleh tangan pemerintah.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda Safari Ramadan Pemkab OKI yang dipimpin langsung oleh Bupati OKI, Muchendi. Di bawah terik matahari Mesuji, Muchendi meninjau langsung hunian milik Isa dan Larso (50) yang masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Baginya, ibadah di bulan suci harus berjalan beriringan dengan aksi nyata kepedulian sosial.
“Ramadan bukan hanya soal meningkatkan kualitas ibadah spiritual, tapi juga memperkuat empati sosial. Kami ingin memastikan warga bisa menjalankan ibadah dengan tenang di hunian yang lebih layak dan aman,” ujar Muchendi saat menyerahkan bantuan pemugaran, Jumat (27/2/2026).
Menghapus Cemas di Musim Hujan
Tangis haru tak terbendung dari mata Isa saat melihat material bangunan mulai diturunkan di halaman rumahnya. Selama ini, setiap kali awan hitam menggantung di langit Mesuji, kecemasan selalu menghampiri keluarganya. Dinding kayu yang sudah lapuk dimakan usia dan atap yang bocor di sana-sini membuat rumah tersebut jauh dari kata nyaman.
Kini, melalui sentuhan kebijakan daerah, hunian tersebut bertransformasi menjadi tempat perlindungan yang semestinya. Larso, warga lain yang rumahnya turut dibedah, merasakan hal serupa. Baginya, kenyamanan rumah adalah modal utama agar anak-anaknya bisa tumbuh dengan sehat dan menjalankan puasa tanpa rasa khawatir akan kondisi atap yang sewaktu-waktu bisa ambruk.
“Ini benar-benar berkah Ramadan bagi kami. Terima kasih Pak Bupati, sekarang kami tidak perlu khawatir lagi kalau hujan turun saat malam hari,” ungkap Isa dengan suara bergetar.
Layanan Medis di Garis Depan
Sementara itu, di Desa Debuk Makmur, Kecamatan Mesuji Raya, napas Safari Ramadan hadir dalam bentuk perlindungan raga. Wakil Bupati OKI, Supriyanto, memboyong layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) langsung ke tengah pemukiman warga. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik masyarakat tetap prima di tengah padatnya aktivitas ibadah puasa.
Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol disambut antusias oleh warga yang telah mengantre sejak pagi. Supriyanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah tidak boleh hanya berhenti pada pidato di atas podium, melainkan harus menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat secara instan.
“Safari Ramadan adalah momentum untuk mendekatkan pelayanan publik. Kami turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan kehadiran pemerintah memberi manfaat konkret bagi warga,” tegas Supriyanto.
Rangkaian kegiatan di Mesuji dan Mesuji Raya ini menegaskan pesan kuat dari Pemkab OKI: bahwa pelayanan publik tidak mengenal waktu libur, bahkan di bulan suci sekalipun. Dari atap rumah yang diperbaiki hingga raga yang dijaga, Ramadan di Bumi Bende Seguguk tahun ini benar-benar menghadirkan wajah pemerintah yang lebih manusiawi dan peduli. (puputzch)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
