KAYUAGUNG, NUSALY — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bergerak sigap merespons bencana banjir yang melanda empat kecamatan, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Selatan sejak Jumat (9/1/2026) memicu luapan debit sungai yang berdampak pada permukiman warga serta ribuan hektare lahan pertanian.
Bupati OKI, H. Muchendi, segera menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersiaga penuh selama 24 jam. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga dan pemulihan sarana prasarana publik berjalan optimal di tengah kondisi darurat hidrometeorologi.
“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, dan pastikan seluruh fasilitas darurat siap digunakan,” tegas Muchendi saat memberikan arahan pada Senin (12/1/2026).
Mitigasi dan Penanganan di Lapangan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Listiadi Martin, menjelaskan bahwa kenaikan debit air dipicu oleh tingginya intensitas hujan lokal serta kiriman air dari wilayah hulu. Pihaknya bersama TNI dan Polri telah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi dan pendataan di lokasi terdampak.
Berdasarkan data terkini, Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah yang paling terdampak. Di Lempuing, terdapat 1.774 kepala keluarga (KK) di 10 desa yang terdampak, sementara di Lempuing Jaya tercatat 1.616 KK. Untuk menjamin keselamatan, sebanyak 57 KK di Kecamatan Lempuing Jaya telah dievakuasi ke posko pengungsian di SDN 1 Sumber Makmur.
Sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan dasar, Dinas Sosial OKI telah menyalurkan 120 paket bantuan logistik berupa bahan pokok, selimut, tikar, serta perlengkapan sanitasi. Dinas Kesehatan juga disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan 24 jam bagi warga di posko-posko kesehatan.
Perlindungan Sektor Pertanian dan Pendidikan
Selain pemukiman, Pemkab OKI menaruh perhatian besar pada sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah terdampak banjir.
Plt. Kepala DKPTH OKI, Alexsander, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah pemulihan pascabanjir melalui bantuan benih dari Kementerian Pertanian. “Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih untuk luasan sekitar 578 hektare sebagai tahap awal pemulihan bagi petani,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan OKI bergerak fleksibel dengan memberlakukan kebijakan pembelajaran daring bagi 18 sekolah yang terdampak banjir. Kebijakan ini diambil agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi sementara gedung sekolah difungsikan sebagai posko evakuasi sementara.
Meski banjir merupakan tantangan tahunan bagi wilayah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing, sinergi lintas sektoral yang dilakukan Pemkab OKI diharapkan dapat meminimalisir risiko dan mempercepat pemulihan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. BPBD OKI pun mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dalam beberapa pekan ke depan.
(puputzch)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
