Kota Palembang kembali mencuri perhatian dalam Rakor TPID Sumatera Selatan. Dinilai paling aktif dan konsisten meraih predikat juara, inovasi pangan dan digitalisasi ekonomi Palembang kini didorong menjadi acuan bagi kabupaten/kota lain guna menjaga daya beli masyarakat.
PALEMBANG, NUSALY – Kota Palembang mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif pengendalian inflasi di Sumatera Selatan. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building TPID dan TP2DD se-Sumsel di Hotel Wyndham, Selasa (24/2/2026), performa Kota Palembang disebut sebagai model ideal bagi daerah lain dalam hal pelaporan kinerja dan aksi nyata di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara terang-terangan meminta kabupaten dan kota lainnya untuk meniru konsistensi Kota Palembang. Pasalnya, hingga saat ini baru Pemprov Sumsel dan Kota Palembang yang tercatat paling aktif serta sukses meraih predikat juara dalam penyusunan laporan aksi pengendalian inflasi di tingkat nasional.
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad, menegaskan bahwa inovasi konkret menjadi pembeda utama kualitas laporan daerah. “Palembang telah menunjukkan komitmen nyata. Kita ingin daerah lain punya semangat yang sama, meniru langkah kreatif yang sudah berjalan di Palembang agar stabilitas ekonomi warga Sumsel terjaga serentak,” ujar Basyaruddin.
Strategi Palembang: Dari Operasi Pasar hingga Kemandirian Pangan
Di bawah komando Wali Kota Ratu Dewa, Palembang tidak hanya unggul dalam urusan administratif, tetapi juga pada eksekusi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
Wali Kota Ratu Dewa menjelaskan bahwa pihaknya melakukan intervensi langsung ke titik-titik krusial melalui Operasi Pasar rutin. Langkah ini terbukti efektif meredam lonjakan harga pada komoditas strategis yang kerap menjadi pemicu inflasi.
“Kami tidak hanya fokus pada harga di pasar, tapi juga hulu. Gerakan Menanam Cabai dan Office Farming di Palembang terus digencarkan. Tujuannya agar ketahanan pangan mulai tumbuh dari skala rumah tangga hingga instansi,” ungkap Ratu Dewa.
Digitalisasi dan Kerja Sama Antar-Daerah
Selain inovasi pangan, Palembang juga dinilai unggul dalam mengintegrasikan peran TP2DD melalui digitalisasi transaksi. Efisiensi ini mempercepat aliran distribusi pasokan dari daerah penghasil ke pasar-pasar di Palembang.
“Distribusi yang lancar adalah kunci keberhasilan kami. Palembang aktif menjalin kerja sama dengan daerah penghasil untuk mengunci pasokan. Sinergi inilah yang memastikan stok di meja makan warga tetap aman dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.
Melalui rakor ini, langkah-langkah strategis Palembang diharapkan menjadi pemicu bagi daerah lain di Sumatera Selatan untuk lebih proaktif. Dengan menjadikan Palembang sebagai mitra acuan, Pemprov Sumsel optimistis inflasi 2026 dapat terkendali lebih kuat, sekaligus mengincar sapu bersih predikat juara pada TPID Award mendatang. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
