Ekonomi Palembang menunjukkan tren penguatan hingga mencapai 5,82 persen pada akhir 2025. Pemerintah kota kini memacu sembilan mandat krusial untuk menjaga stabilitas dan daya saing daerah.
PALEMBANG, NUSALY – Kota Palembang memulai langkah di tahun 2026 dengan optimisme yang terukur. Setelah berhasil menutup tahun 2025 dengan tren pertumbuhan ekonomi yang positif, pemerintah kota kini mulai mengencangkan sabuk koordinasi guna membidik target yang lebih ambisius dalam peta jalan pertumbuhan nasional 2029.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Triwulan III-2025, performa ekonomi “Kota Pempek” ini tercatat terus mendaki. Bermula dari angka 5,14 persen di awal tahun, grafik tersebut merangkak naik ke angka 5,60 persen pada triwulan kedua, hingga menyentuh 5,82 persen di pengujung tahun.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim menegaskan, capaian tersebut merupakan modal kuat untuk menyongsong target nasional. Sebagai Ketua Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, ia mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak dalam zona nyaman.
“Amanat RPJMN menargetkan ekonomi nasional tumbuh 8 persen di 2029. Palembang harus mengambil peran sebagai salah satu motor penggerak utama untuk mewujudkan itu,” ujar Aprizal saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Bappeda Palembang, Selasa (10/2/2026).
Sembilan mandat strategis
Untuk menjaga momentum ini, Pemkot Palembang telah memetakan sembilan langkah taktis yang menjadi prioritas sepanjang tahun. Fokus utamanya bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan memastikan stimulus ekonomi benar-benar mendarat di masyarakat.
Beberapa poin krusial di antaranya adalah percepatan realisasi APBD, perluasan lapangan kerja, hingga pengendalian harga kebutuhan pokok atau inflasi. Selain itu, penyederhanaan izin usaha dan peningkatan produktivitas pangan lokal juga menjadi tumpuan agar struktur ekonomi Palembang tetap kokoh menghadapi fluktuasi global.
Aprizal juga menginstruksikan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjaga disiplin pelaporan data secara berkala. Hal ini penting karena potret ekonomi daerah dipantau langsung oleh pemerintah pusat melalui sistem pelaporan di Kemendagri.
“Rencana aksi harus terukur. Kita ingin Palembang tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi benar-benar menjadi kota yang berdaya bagi warganya.”
Kolaborasi lintas sektor
Di sisi lain, stabilitas ekonomi Palembang sepanjang tahun lalu tidak lepas dari kerja kolektif antara pemerintah daerah dengan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Bank Indonesia. Sinergi ini diharapkan tetap terjaga, terutama dalam mengawal proyek infrastruktur dan menjaga iklim investasi.
Kepala Bappeda Kota Palembang Dr. Korlena menambahkan, kedisiplinan input data setiap bulan akan menjadi cermin profesionalisme OPD. Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya memberikan penghargaan bagi instansi yang paling patuh dalam pelaporan data ekonomi.
“Pak Sekda sudah mengarahkan agar seluruh instansi tetap konsisten. Potret ekonomi kita setiap bulannya terlihat dari sana,” kata Korlena. Dengan basis data yang kuat dan sembilan langkah percepatan, Palembang optimistis mampu menjaga ritme pertumbuhannya demi kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
