Ketua TP PKK Palembang Dewi Sastrani mewajibkan tiap kelurahan menginisiasi satu proyek percontohan keluarga tangguh. Targetnya jelas: mengubah gaya hidup warga tanpa terjebak beban administratif yang kaku.
PALEMBANG, NUSALY – Kader PKK di Kota Palembang kini punya mandat baru yang lebih menantang. Tidak lagi sekadar mengurusi laporan rutin, mereka diminta turun ke lapangan untuk membangun “benteng” pertahanan keluarga yang lebih nyata. Kamis (12/2/2026), di The Sultan Convention Center, ratusan kader dikumpulkan untuk mempertajam taji mereka sebagai penggerak perubahan sosial.
Dewi Sastrani, Ketua TP PKK Kota Palembang, menegaskan bahwa membangun keluarga tangguh bukan lagi soal menjalankan program di atas kertas. Baginya, ini adalah urusan moral untuk menyiapkan generasi masa depan yang tahan banting menghadapi berbagai risiko, termasuk bencana dan masalah kesehatan.
“Keluarga itu lini pertama. Kalau benteng di rumah sudah kuat, generasi kita akan lahir sebagai pribadi yang sehat dan tangguh,” ujar Dewi di tengah riuhnya pertemuan tersebut.
Instruksi Satu Kelurahan, Satu Proyek
Ada perintah khusus yang dikeluarkan Dewi: setiap kelurahan di seluruh Palembang wajib menelurkan minimal satu proyek percontohan (pilot project). Namun, Dewi memberi catatan penting—proyek ini tidak boleh seragam atau sekadar meniru wilayah lain.
Kader diinstruksikan untuk membedah masalah paling dominan di wilayah masing-masing. Jika satu daerah punya masalah lingkungan, maka fokusnya di sana. Jika daerah lain rentan bencana, maka itulah yang digarap. Tujuannya agar gerakan ini tidak menjadi beban administratif yang kering, melainkan solusi yang benar-benar dirasakan warga.
“Kita ingin gerakan nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung, bukan sekadar gaya-gayaan di laporan,” tegasnya.
“Ubah pola pikirnya. Gerakan ini harus jadi perubahan sosial, bukan cuma formalitas organisasi.”
Belajar dari Prestasi Nasional
Palembang sebenarnya punya bekal rasa percaya diri yang tinggi. Tahun lalu, Kelurahan 24 Ilir berhasil masuk dalam jajaran empat besar nasional untuk proyek peduli lingkungan. Prestasi ini ingin diduplikasi, bahkan dilewati oleh kelurahan-kelurahan lain di “Bumi Sriwijaya”.
Dewi mengingatkan, meski ini adalah ranah Pokja IV, keberhasilannya sangat bergantung pada kemauan kader untuk berkolaborasi lintas sektor. Sinergi mulai dari level kota hingga ke tingkat RT menjadi kunci agar visi besar ini tidak menguap begitu saja.
Melalui penguatan kapasitas ini, PKK Palembang seolah ingin mengirim pesan kuat: mereka siap menjadi aktor utama dalam menjaga ketahanan sosial kota, dimulai dari dapur hingga halaman setiap rumah warga. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
