MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Kolaborasi Strategis Gubernur Herman Deru dan Pelindo Demi Masa Depan Tanjung Carat

Kolaborasi Strategis Gubernur Herman Deru dan Pelindo Demi Masa Depan Tanjung Carat
Gubernur Herman Deru menggandeng Direktur Utama PT Pelindo untuk memastikan pintu ekspor utama Sumatera Selatan ini segera beroperasi guna mendongkrak nilai jual komoditas energi dan pangan daerah. Dok. BHP. Pemprov Sumsel

Hambatan logistik di alur Sungai Musi yang kian dangkal kini menemui titik terang melalui kesepakatan percepatan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat. Gubernur Herman Deru menggandeng Direktur Utama PT Pelindo untuk memastikan pintu ekspor utama Sumatera Selatan ini segera beroperasi guna mendongkrak nilai jual komoditas energi dan pangan daerah.

PALEMBANG, NUSALY – Selama puluhan tahun, ekonomi Sumatera Selatan seolah terperangkap dalam keterbatasan alur Sungai Musi. Padahal, setiap tahunnya jutaan ton batu bara, sawit, dan karet mengalir dari perut bumi Sriwijaya menuju pasar dunia.

Namun, pendangkalan sedimentasi dan kepadatan lalu lintas di jantung Kota Palembang sering kali menjadi penghambat utama. Menyadari kebuntuan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini bergerak lebih agresif dengan mematangkan rencana besar di pesisir Tanjung Carat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Sabtu (7/3/2026), duduk bersama Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, di Griya Agung, Palembang. Pertemuan ini bukan sekadar urusan seremonial di akhir pekan.

Di balik obrolan hangat di ruang tamu gubernuran tersebut, ada misi besar untuk segera mengeksekusi pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat. Bagi Deru, pelabuhan laut dalam ini adalah harga mati untuk menaikkan kelas ekonomi Sumatera Selatan di level internasional.

Logika yang dibawa Herman Deru sangat mendesak. Pelabuhan Boom Baru yang selama ini menjadi tumpuan utama, secara fisik sudah tidak bisa lagi dipaksa bekerja melampaui kapasitasnya.

Alurnya yang dangkal membuat kapal-kapal samudera bertonase besar enggan masuk, sehingga biaya logistik menjadi mahal karena barang harus berpindah tangan berkali-kali.

Belum lagi dampak sosial di daratan; truk-truk raksasa yang masuk ke jantung kota sering kali memicu kemacetan parah dan risiko kecelakaan bagi warga Palembang.

Pintu Ekspor yang Terbuka Lebar

Tanjung Carat yang terletak di Kabupaten Banyuasin menawarkan solusi yang tidak dimiliki pelabuhan sungai: kedalaman air alami yang mampu menerima kapal-kapal raksasa secara langsung. Herman Deru melihat pelabuhan ini sebagai outlet atau lubang keluar tunggal bagi energi dan komoditas unggulan.

“Spirit kita adalah percepatan. Tanjung Carat bukan lagi sekadar rencana, tapi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan nilai jual Sumatera Selatan,” tegas Deru dalam pertemuan tersebut.

Optimisme ini kian menebal karena sosok yang memimpin Pelindo saat ini adalah Achmad Muchtasyar, seorang putra daerah yang memahami betul karakter wilayahnya. Deru menyebut kolaborasi ini sebagai momentum emas.

Ada harapan bahwa pemahaman Muchtasyar terhadap tantangan logistik di Sumatera Selatan akan memangkas urusan birokrasi dan teknis yang selama ini sering kali menjadi penghambat di tingkat pusat. Hubungan profesional yang didasari rasa memiliki terhadap daerah ini diharapkan menjadi katalisator agar pembangunan pelabuhan tidak lagi menemui jalan buntu.

Achmad Muchtasyar sendiri menegaskan bahwa Tanjung Carat adalah kunci distribusi ekonomi yang sangat strategis bagi Indonesia bagian barat. Secara konsep, Pelindo memproyeksikan area ini sebagai pusat distribusi hasil alam sekaligus terminal energi.

“Kita punya kesamaan visi. Pelabuhan ini akan menjadi pusat distribusi perekonomian yang sangat strategis,” ungkap Muchtasyar. Baginya, memastikan Tanjung Carat berjalan adalah bagian dari komitmen profesional Pelindo untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui standar pelabuhan kelas dunia.

Transparansi dan Jejak Langkah Teknis

Sebagai wujud nyata dari kolaborasi strategis ini, ada langkah-langkah teknis yang sudah dikunci dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah persiapan peluncuran situs web resmi proyek dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil agar masyarakat dan calon investor bisa melihat sejauh mana progres yang sudah dicapai secara transparan, sekaligus memangkas sekat informasi mengenai tahapan pembangunan fisik di lapangan.

Namun, poin yang paling mendasar dari kesepakatan ini adalah rencana penandatanganan Perjanjian Konsorsium atau Head of Agreement (HoA). Dokumen inilah yang akan menjadi landasan hukum kuat agar aktivitas konstruksi dan pengelolaan pelabuhan bisa segera dimulai.

Dengan adanya HoA, pembagian tugas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pelindo menjadi lebih jelas dan terukur. Semua pihak kini memiliki tanggung jawab yang hitam di atas putih untuk segera menggerakkan pembangunan di pesisir Banyuasin.

Cita-cita besar ini pada akhirnya adalah tentang kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga Sumsel. Efisiensi biaya angkut akan membuat petani karet dan sawit di pelosok mendapatkan harga yang lebih kompetitif karena ongkos kirim ke luar negeri menjadi lebih murah.

Melalui kerja keras Herman Deru dan dukungan teknis Pelindo, Sumatera Selatan sedang bersiap membuka pintu gerbang barunya. Sebuah gerbang yang akan memastikan kekayaan alam dari Bumi Sriwijaya bisa berlayar lebih jauh, membawa nama daerah ini ke peta perdagangan global yang lebih luas. (***)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version