MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kilas Daerah

Loreng TNI dan Keringat Warga Mencair Membasuh Wajah Pematang Sukatani

Loreng TNI dan Keringat Warga Mencair Membasuh Wajah Pematang Sukatani
Personel Satgas TMMD 128 membersihkan halaman Masjid Desa Pematang Sukatani bersama warga. Dok. Nusaly/Pendim 0402.

Hari pertama pelaksanaan TMMD ke-128 di Ogan Komering Ilir dimulai dengan aksi nyata di pusat aktivitas warga. Di Desa Pematang Sukatani, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu merawat kebersihan fasilitas umum dan membuka akses jalan, menghidupkan kembali ruh gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan desa.

OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Sinar matahari pagi menyelinap di antara rimbun dahan pohon karet yang memagari Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (23/4/2026). Di halaman masjid desa, suasana tampak berbeda. Sejumlah personel TNI dengan seragam lapangan lengkap tampak sibuk mengayunkan sapu lidi, memunguti sampah, dan merapikan lingkungan sekitar tempat ibadah tersebut.

Aksi ini menandai dimulainya tahap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 0402/OKI-OI. Pematang Sukatani, sebagai salah satu desa di Kecamatan Mesuji Makmur, memang memiliki karakteristik wilayah yang didominasi oleh sektor perkebunan rakyat. Kehadiran para prajurit di area pemukiman dan fasilitas sosial memberikan dampak psikologis positif bagi warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Tidak ada seremoni berlebihan di hari pertama kerja ini. Setelah apel pagi singkat di lapangan terbuka, para prajurit langsung membaur. Ada yang mengangkut karung-karung berisi sampah domestik di sepanjang jalan desa, dan ada pula yang fokus membersihkan area sekitar masjid serta tenda-tenda kegiatan. Fokusnya jelas: memastikan lingkungan hunian dan fasilitas sosial desa menjadi lebih tertata dan sehat.

Dansatgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., memantau langsung pergerakan personelnya di lapangan. Baginya, wajah Pematang Sukatani adalah titik awal dari sebuah perubahan. “TMMD ini bukan hanya soal membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Kita mulai dari tempat-tempat yang menjadi pusat interaksi warga,” ujarnya.

Kesadaran Kolektif

Langkah TNI memulai kegiatan dengan membersihkan lingkungan permukiman dan sarana ibadah merupakan strategi untuk membangkitkan kembali modal sosial. Di wilayah pedalaman yang secara geografis cukup luas seperti Mesuji Makmur, kebersamaan adalah kunci pembangunan. Kehadiran prajurit di lapangan menjadi pemantik bagi warga untuk kembali peduli pada kebersihan fasilitas umum mereka.

Partisipasi masyarakat terlihat tumbuh secara organik. Sesuai data kependudukan, Desa Pematang Sukatani merupakan bagian dari dinamika sosial Kecamatan Mesuji Makmur yang terus berkembang. Sinergi yang tercipta di lapangan mengikis jarak antara aparat dan rakyat; TNI hadir sebagai mitra kerja yang terjun langsung membersihkan parit dan halaman, bukan sekadar memberikan instruksi.

“Keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. Sinergi antara TNI dan warga diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat setempat,” tegas Gunawan. Di sini, keberhasilan mulai terlihat dari tumpukan sampah yang terangkut dan wajah fasilitas desa yang lebih segar sejak hari pertama.

Alat berat roller melakukan pengerasan jalan penghubung desa di Mesuji Makmur OKI. Dok. Pendim 0402

Membelah Isolasi

Bergeser ke pinggiran desa yang berbatasan langsung dengan hamparan perkebunan, deru mesin alat berat mulai memecah keheningan. Sebuah ekskavator Komatsu PC200 dan alat berat pengeras jalan (roller) tampak bekerja di jalur rintisan. Pekerjaan pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 6 kilometer ini merupakan sasaran fisik utama yang akan menghubungkan simpul-simpul ekonomi warga.

Bagi petani di Pematang Sukatani, akses jalan ini adalah kebutuhan mendasar. Sebagian besar wilayah Mesuji Makmur mengandalkan jalur darat untuk distribusi hasil perkebunan. Infrastruktur yang memadai nantinya akan mempermudah kendaraan angkut melintas, sehingga biaya distribusi hasil bumi dapat ditekan dan produktivitas petani meningkat.

TMMD ke-128 hadir sebagai jawaban atas tantangan geografis tersebut. Pekerjaan fisik yang dimulai hari ini merupakan langkah nyata untuk membuka akses dan mempermudah mobilitas masyarakat. Dengan jalan yang lebih stabil, konektivitas antar-wilayah di Mesuji Makmur akan semakin lancar, mendukung pertumbuhan ekonomi desa dalam jangka panjang.

Ruh Kemanunggalan

Secara filosofis, apa yang dilaksanakan Kodim 0402/OKI-OI adalah upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui aksi nyata. Prajurit TNI yang bekerja di lapangan menjadi bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok desa. Hubungan organik ini memastikan setiap program yang dijalankan, mulai dari pembersihan lingkungan hingga pembangunan jalan, mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.

Momen di lapangan menunjukkan betapa kuatnya koordinasi lintas sektoral dalam program ini. Selain pembukaan jalan, TMMD kali ini juga menyasar perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penyediaan sarana air bersih bagi warga yang membutuhkan. Semua sasaran ini dirancang untuk menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat Pematang Sukatani.

Pemerintah Kabupaten OKI mengapresiasi model pembangunan manunggal ini. Dengan kedisiplinan prajurit dan dukungan swadaya warga, pembangunan di wilayah pinggiran dapat berjalan lebih efektif. Ada semangat pengabdian yang membuat setiap tahap pengerjaan di Pematang Sukatani dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, demi mewujudkan desa yang lebih mandiri dan sejahtera. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version