Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tingkat Sumatera Selatan bukan sekadar seremoni tahunan. Di baliknya, ada ambisi besar untuk memperkuat peran kader di lapangan dalam memutus mata rantai tengkes dan menghidupkan kemandirian ekonomi dari tingkat rumah tangga.
PALEMBANG, NUSALY – Sinergi antara kebijakan pemerintah dan gerakan masyarakat menemukan titik temunya pada peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sebagai organisasi yang memiliki akses langsung hingga ke unit terkecil masyarakat, PKK kini diposisikan sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi program-program prioritas daerah, mulai dari isu kesehatan hingga penguatan ekonomi kreatif.
Visi ini mengemuka saat Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, didampingi Staf Ahli TP-PKK Ogan Ilir, Hj. Faizah Ardani, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (1/4/2026). Perhelatan yang dirangkaikan dengan Rakerda Dekranasda 2026 ini menjadi ruang sinkronisasi program bagi 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat membuka acara menegaskan bahwa PKK adalah kekuatan “akar rumput” yang mampu menyentuh lini kehidupan yang sering kali sulit dijangkau birokrasi formal. Ia meminta pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar 10 Program Pokok PKK terintegrasi secara organik dengan perangkat daerah, terutama dalam urusan krusial seperti penurunan angka tengkes (stunting).
Hilirisasi Ekonomi dan Peran Kader
Bagi Ogan Ilir, momentum HKG PKK ke-54 ini dimaknai sebagai upaya re-energizing para kader. Melalui pameran produk unggulan daerah yang turut menyemarakkan acara, terlihat jelas bagaimana tangan-tangan terampil kader PKK mampu mentransformasi potensi lokal menjadi nilai ekonomi. Di sinilah peran Dekranasda dan PKK beririsan: satu sisi membangun mentalitas mandiri, di sisi lain menyediakan panggung bagi produk rumahan untuk naik kelas.
Wakil Bupati H. Ardani menekankan bahwa optimalisasi peran PKK adalah kunci untuk mempercepat kesejahteraan di Bumi Caram Seguguk. Menurutnya, kontribusi nyata PKK dalam pemberdayaan keluarga akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi daerah secara makro.
“Kita ingin peran PKK di Kabupaten Ogan Ilir semakin tajam. Bukan hanya sebagai pendamping, tapi sebagai penggerak aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi keluarga dan intervensi gizi untuk menekan angka stunting,” ujar Ardani.
Sinergi Tanpa Sekat
Sinkronisasi program yang dibahas dalam rapat koordinasi kali ini menitikberatkan pada keberlanjutan. Program tidak boleh hanya berhenti di tingkat kabupaten, tapi harus mengalir hingga ke kelompok Dasawisma di desa-desa. Pola komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan penggerak PKK diharapkan mampu menciptakan deteksi dini terhadap persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kebersamaan yang terbangun dalam puncak peringatan ini menjadi sinyal bahwa pembangunan manusia di Ogan Ilir dimulai dari pintu-pintu rumah. Dengan menempatkan keluarga sebagai poros, pemerintah daerah optimistis target-target pembangunan jangka menengah dapat tercapai lewat kerja-kerja sunyi namun berdampak besar dari para kader PKK di lapangan. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
