SEKAYU, NUSALY — Malam di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (8/1/2026), menjadi panggung bagi sebuah refleksi mendalam tentang kepemimpinan. Saat Bupati Muba H.M. Toha Tohet melepas AKBP God Parlasro Sinaga dan menyambut Kapolres Muba yang baru, AKBP Ruri Prastowo, pesan yang muncul melampaui sekadar ucapan selamat jalan dan selamat datang.
Musi Banyuasin, sebagai kabupaten dengan kompleksitas sumber daya dan dinamika sosial yang tinggi, menuntut harmoni yang presisi antara pemegang otoritas politik dan penegak hukum. Transisi ini menjadi krusial karena keamanan daerah adalah fondasi yang memungkinkan roda ekonomi dan pembangunan di Muba tetap berputar tanpa interupsi.
Dialektika Perubahan di Tangan Toha Tohet
Dalam pidatonya, Bupati H.M. Toha Tohet tidak menggunakan bahasa birokrasi yang kaku. Ia justru memilih jalur filosofis untuk menggambarkan dinamika organisasi. Menurutnya, perubahan adalah satu-satunya hal yang abadi, dan kemampuan sebuah daerah untuk beradaptasi dengan wajah-wajah kepemimpinan baru adalah kunci ketangguhan.
“Tak ada yang abadi di dunia ini, yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Ada saatnya bertemu dan ada saatnya berpisah,” ujar Bupati Toha Tohet. Ungkapan ini menjadi semacam manifesto bahwa Pemerintah Kabupaten Muba selalu siap menyelaraskan langkah dengan siapapun yang memegang tongkat komando Kapolres Muba, demi memastikan pelayanan publik tidak terganggu oleh transisi personel.
Apresiasi tinggi diberikan kepada AKBP God Parlasro Sinaga yang dinilai telah berhasil menjaga ritme keamanan di Muba dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas. Bagi Toha Tohet, jejak yang ditinggalkan God Parlasro adalah standar tinggi yang kini diteruskan kepada penerusnya.
Merawat Sinergitas di “Kota Randik”
Transisi kepemimpinan ini juga memotret bagaimana kekompakan Forkopimda Muba menjadi daya tarik tersendiri bagi para pejabat yang bertugas di sana. AKBP God Parlasro Sinaga secara jujur mengakui bahwa atmosfer kerja di bawah koordinasi Bupati Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen membuatnya merasa “sungkan” untuk berpamitan.
“Kekompakan Forkopimda di Muba sangat luar biasa, hal itu yang membuat hati kecil saya merasa sungkan pergi. Namun, saya yakin Muba akan semakin maju ke depan,” ungkap God Parlasro. Pernyataan ini menegaskan bahwa Muba memiliki ekosistem kepemimpinan yang sehat, sebuah poin penting bagi pembaca berlangganan yang memperhatikan stabilitas investasi dan keamanan daerah.
Sementara itu, AKBP Ruri Prastowo hadir dengan membawa harapan baru. Sebagai Kapolres Muba yang baru, ia disambut dengan kehangatan khas masyarakat Sekayu. Tantangannya kini adalah bagaimana ia mampu merajut kembali helai-helai kerja sama yang telah ada, sambil menyuntikkan inovasi baru dalam menjaga ketertiban masyarakat di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
Pergantian ini disaksikan oleh Wakil Bupati, pimpinan DPRD, hingga tokoh lintas sektor. Harapannya satu: estafet ini tetap berada di jalur yang benar—jalur di mana keamanan bukan lagi sekadar penegakan hukum, melainkan rasa nyaman bagi setiap warga yang bermukim di Bumi Serasan Sekate.
(hra)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
