MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Laporan Utama

Nasib Warga Baturaja di Balik Palang Kereta Pasar Tempel dan Urgensi Flyover Solusi Macet

Nasib Warga Baturaja di Balik Palang Kereta Pasar Tempel dan Urgensi Flyover Solusi Macet
Intensitas perjalanan kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) yang melintas rata-rata setiap 25 menit sekali menciptakan beban psikologis bagi pengguna jalan. Dok. Jum Radit/Nusaly.com

Deru mesin kereta Babaranjang yang melintas setiap 25 menit sekali kini bukan sekadar pemandangan rutin melainkan beban bagi orang tua dan pekerja yang menggantungkan harapan pada percepatan pembangunan jalan layang.

BATURAJA – Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Pasar Tempel, Kelurahan Saung Naga, Baturaja Barat, sirine palang pintu kereta api adalah lonceng yang menandai tertundanya urusan penting.

Mulai dari mengejar jam masuk sekolah hingga momen sakral berbuka puasa di bulan ramadhan, semuanya harus menyerah pada antrean gerbong batu bara yang seolah tanpa putus.

Intensitas perjalanan kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) yang melintas rata-rata setiap 25 menit sekali menciptakan beban psikologis bagi pengguna jalan.

Di tengah situasi yang kian jenuh tersebut, rencana Bupati OKU Teddy Meilwansyah untuk mengebut pembangunan flyover melalui audiensi di kementerian menjadi satu-satunya jawaban yang dinanti publik.

Korban Macet

Realitas di lapangan menunjukkan betapa tingginya urgensi infrastruktur ini bagi warga lokal.

Antrean kendaraan yang mengular di bawah guyuran hujan di perlintasan Saung Naga menjadi saksi bahwa mobilitas warga sudah berada di titik kritis.

Hal ini bukan lagi soal kenyamanan, melainkan hak warga atas waktu yang dirampas oleh kemacetan.

Adi Irawan (37), warga Tanjung Agung, menceritakan pengalaman pahitnya saat mengantar anak sekolah.

“Rasanya sangat kesal kalau sudah terjebak macet apalagi saat hujan turun. Anak saya pernah tidak masuk sekolah karena baju seragamnya sudah basah kuyup akibat terjebak macet saat kereta lewat,” ungkapnya.

Cerita Adi adalah satu dari ribuan potret warga yang dirugikan oleh perlintasan sebidang ini.

Hak Terabaikan

Pengalaman serupa dirasakan Lisa (39), warga Pusar, yang kerap terjebak saat kendaraan mulai memadat tepat ketika waktu maghrib hampir tiba.

Bagi warga seperti Lisa, keberadaan jalan layang adalah kebutuhan dasar untuk mendapatkan kembali waktu produktif mereka. Frekuensi kereta yang sangat tinggi, terutama angkutan batu bara menuju Lampung memang telah lama menjadi momok yang memutus akses vital Baturaja Barat ke pusat kota.

Rencana pembangunan flyover Pasar Tempel yang kini mendapat sinyal positif dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dipandang sebagai solusi permanen.

Langkah bupati mengupayakan skema pembiayaan melalui CSR perusahaan besar maupun APBN Tahun 2027 diharapkan mampu memangkas hambatan administratif yang selama ini merintangi proyek strategis tersebut.

Langkah Nyata

Antusiasme warga terhadap percepatan proyek ini menunjukkan betapa besarnya harapan yang diletakkan pada pundak pemerintah daerah.

Publik kini menagih keberlanjutan dari lobi-lobi politik di Jakarta agar segera mewujud menjadi pengerjaan fisik di lapangan guna mengakhiri penderitaan harian para pengguna jalan.

Jika flyover ini berhasil berdiri, tidak akan ada lagi cerita anak sekolah yang gagal belajar karena terjebak kereta, atau warga yang kehilangan momen berharga akibat deretan gerbong panjang.

Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi catatan penting kepemimpinan Bupati Teddy Meilwansyah dalam merespons keluhan mendasar warga sekaligus membuka kunci kemajuan infrastruktur Ogan Komering Ulu di masa depan. (Jum Radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version