Ajang turnamen sepak bola terbuka tidak sekadar menjadi panggung pembuktian bakat-bakat muda di lapangan hijau. Kompetisi regional ini diarahkan sebagai instrumen penggerak ekonomi kreatif sekaligus promosi destinasi wisata unggulan daerah.
OKU SELATAN, NUSALY – Atmosfer kompetisi olahraga di wilayah selatan Sumatera Selatan kini tengah berada pada tensi tertinggi. Mengombinasikan gairah olahraga rakyat dengan strategi perluasan daya tarik wisata, sebuah turnamen sepak bola berskala besar digelar guna menjadi ruang aktualisasi positif bagi pemuda sekaligus memacu geliat ekonomi di sekitar kawasan pemukiman pedesaan.
Sengkarut persaingan sengit tersebut tersaji dalam ajang Open Turnamen Sepak Bola Piala Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang dipusatkan di Lapangan Pantanlama, Kotabatu, Kabupaten OKU Selatan.
Kompetisi bergengsi yang direncanakan bergulir hingga akhir Juni 2026 ini diikuti oleh 53 klub amatir terbaik yang berasal dari berbagai penjuru Sumatera Selatan serta provinsi tetangga, Lampung.
Guna menjaga kualitas sirkuit pertandingan tetap berada pada koridor profesional, panitia penyelenggara menerapkan standar baku penegakan aturan di lapangan. Seluruh pertandingan dari babak penyisihan hingga fase gugur dipimpin oleh jajaran wasit berlisensi resmi demi menjamin objektifitas kepemimpinan dan meredam potensi konflik fisik antarpemain.
Kompetisi yang memperebutkan total dana pembinaan sebesar Rp21 juta beserta trofi utama ini menyajikan dua pertandingan ketat setiap harinya. Langkah pengetatan jadwal ini diambil untuk terus menjaga ritme hiburan sehat bagi masyarakat sekaligus mempertahankan konsentrasi kunjungan penonton ke area tribun.
“Kami sengaja menurunkan korps wasit berlisensi demi menjaga marwah pertandingan dan menjunjung tinggi sportivitas. Setiap tim yang berlaga diwajibkan mengedepankan prinsip fair play karena esensi turnamen ini adalah mempererat silaturahmi,” ujar Ketua Umum Turnamen Sahrudin Kabok di Kotabatu, Sabtu (23/5/2026).
Dominasi taktik lapangan hijau
Dalam lanjutan laga babak penyisihan, jajaran pencinta sepak bola daerah disuguhi performa superior dari kesebelasan Bintang Persada. Tim tangguh asal Sipatuhu tersebut sukses mengandaskan perlawanan Tanjungbesar FC dengan keunggulan mutlak empat gol tanpa balas melalui skema serangan balik yang tertata rapi.
Pesta gol Bintang Persada dibuka oleh eksekusi tenang Wendi pada menit ke-25, yang kemudian digandakan oleh Beni selang lima menit kemudian. Memasuki paruh kedua pertandingan, dominasi anak-anak Sipatuhu kian tak terbendung setelah Raka melesakkan gol ketiga di menit ke-50, sebelum akhirnya Anggi menutup papan skor menjadi 4-0 di menit ke-60 melalui sepakan terukur.
Kemenangan telak ini mengantarkan Bintang Persada melaju ke sirkuit 16 besar untuk menantang skuad Sunday B pada awal Juni mendatang. Pada partai kedua di hari yang sama, tensi tinggi rivalitas antarpemprov memanas saat Gerimis FC asal Siblat, Lampung Barat, sukses menjinakkan perlawanan tim lokal Galong FC dari Mekakau dengan skor akhir 2-0 lewat gol yang dicetak oleh Kiki dan Nizon.
Olahraga pemantik arus wisata
Di luar aspek teknis strategi lapangan, bergulirnya turnamen terbuka ini dinilai para pengamat pariwisata regional sebagai langkah cerdas dalam memanfaatkan sepak bola sebagai media promosi daerah. Keterlibatan aktif jaringan media siber siberindo.co sebagai mitra publikasi strategis menjadi jembatan informasi untuk mengenalkan potensi alam OKU Selatan ke level nasional.
Kehadiran puluhan tim beserta rombongan suporter secara tidak langsung menghidupkan ekosistem usaha mikro di sekitar lapangan, mulai dari sektor penginapan, kuliner lokal, hingga jasa transportasi. Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi popularitas kawasan Danau Ranau sebagai destinasi wisata alam utama di Sumatera Selatan yang ramah terhadap kegiatan komunitas.
Pemerintah di tingkat kabupaten memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan sarana olahraga sebagai ruang promosi pariwisata yang berkelanjutan. Manajemen media menegaskan bahwa pers memiliki fungsi esensial untuk ikut mendorong kemajuan daerah melalui publikasi kegiatan positif masyarakat.
Publik kini menanti konsistensi panitia dan aparat keamanan dalam mengawal sisa laga turnamen ini hingga partai puncak nanti. Ketegasan dalam mempertahankan sportivitas di Lapangan Pantanlama ini akan menjadi pembuktian utama, apakah turnamen ini mampu melahirkan talenta emas baru bagi sepak bola Sumatera Selatan atau sekadar menjadi hiburan musiman tanpa dampak jangka panjang bagi industri wisata Ranau. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
