MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Perpendek Jarak dan Pacu Ekonomi, Gubernur Herman Deru Resmikan 17 Jembatan Strategis di Sumatera Selatan

Perpendek Jarak dan Pacu Ekonomi, Gubernur Herman Deru Resmikan 17 Jembatan Strategis di Sumatera Selatan
Gubernur Sumsel Herman Deru resmikan 17 jembatan strategis di 8 kabupaten. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus membuktikan komitmennya dalam memeratakan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. Melalui peresmian 17 jembatan yang tersebar di delapan kabupaten, aksesibilitas antarwilayah kini semakin singkat, membuka isolasi geografis sekaligus menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi kerakyatan.

MUSI RAWAS, NUSALY – Sejarah baru konektivitas di Bumi Sriwijaya kembali terukir. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi meresmikan 17 jembatan strategis yang tersebar di delapan kabupaten.

Langkah besar ini merupakan bagian dari visi strategis pemerintah provinsi untuk menyatukan wilayah-wilayah yang selama ini terpisah oleh bentang alam, sekaligus mempercepat distribusi logistik dan pelayanan publik.

Peresmian dipusatkan di Jembatan Air Temelat, Desa Ciptadadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Jumat (8/5/2026). Penandatanganan prasasti di lokasi tersebut menandai fungsionalitas penuh belasan infrastruktur penghubung yang telah lama dinantikan masyarakat.

Ke-17 jembatan tersebut mencakup wilayah yang luas, mulai dari Jembatan Sukaraja, Air Tuha, Air Cempaka, dan Bantan Pelita di OKU Timur; hingga Jembatan Air Sugihan yang menghubungkan OKI dan Banyuasin.

Selain itu, pembangunan juga menyentuh wilayah Ogan Ilir, OKU, Muara Enim, PALI, hingga Kabupaten Musi Rawas sebagai titik sentral pembangunan jembatan pada ruas PALI-Mura.

“Alhamdulillah, pembangunan infrastruktur ini harus memberikan manfaat nyata. Dari target 33 jembatan di jalur PALI hingga Simpang Semambang Mura, saat ini sudah 31 yang rampung. Tinggal dua lagi yang akan kita selesaikan secara bertahap,” ujar Herman Deru disambut antusias warga.

Memangkas Waktu, Mendekatkan Peluang

Herman Deru mengenang bagaimana dahulu jarak tempuh dari Palembang menuju wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara (MLM) bisa memakan waktu hingga 11 jam. Jauhnya jarak tersebut seringkali memicu kendala dalam pelayanan publik dan distribusi ekonomi.

Pembangunan jembatan ini, menurut Gubernur, adalah jawaban atas aspirasi masyarakat dan para pemimpin terdahulu yang memimpikan akses lebih dekat dan cepat.

Melalui perjuangan meyakinkan pemerintah pusat dan kementerian terkait, serta kebijakan anggaran yang tepat sasaran, mimpi tersebut kini berdiri tegak dalam bentuk beton dan baja.

“Sekarang akses sudah jauh lebih dekat. Saya ingat saat pertama kali jembatan di ruas ini dibuka, masyarakat sangat bersyukur. Pembangunan ini adalah cara kita mendekatkan pelayanan kepada rakyat,” tambahnya.

Komitmen Terpadu untuk Kesejahteraan

Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian besar Pemerintah Provinsi terhadap pembangunan di daerahnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar urusan fisik jalan, melainkan pembuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini mempermudah mobilitas masyarakat, mulai dari akses menuju fasilitas kesehatan, sekolah, hingga membawa hasil bumi ke pasar. Pak Gubernur telah menunjukkan bahwa Musi Rawas adalah bagian penting dari kemajuan Sumatera Selatan,” kata Ratna.

Dukungan infrastruktur ini diyakini akan menurunkan biaya logistik bagi petani dan pelaku usaha lokal di delapan kabupaten tersebut.

Dengan konektivitas yang lancar, daya saing daerah akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di pelosok desa.

Peresmian 17 jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Herman Deru, pembangunan Sumatera Selatan tidak lagi terpusat di perkotaan, melainkan menyentuh nadi ekonomi di pedesaan.

Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jembatan menuju masa depan Sumsel yang lebih sejahtera, maju, dan terhubung satu sama lain. ***

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version