MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kilas Daerah

Polsek Baturaja Barat Urai Kerawanan Antrean BBM Subsidi Batu Kuning

Polsek Baturaja Barat Urai Kerawanan Antrean BBM Subsidi Batu Kuning
Polsek Baturaja Barat turun tangan mengurai antrean BBM subsidi di SPBU Batu Kuning yang meluber dan membahayakan tikungan jalan raya. Dok. Polsek Baturaja Barat

Kepadatan kendaraan yang memburu bahan bakar bersubsidi memicu kerawanan lalu lintas di jalur utama Kecamatan Baturaja Barat. Intervensi kepolisian di tingkat tapak dilakukan guna mencegah sumbatan badan jalan dan risiko kecelakaan berantai.

BATURAJA, NUSALY – Urusan antrean bahan bakar minyak bersubsidi di daerah bukan lagi sekadar masalah kelangkaan pasokan. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu, persoalan ini sudah bergeser menjadi ancaman nyata bagi keselamatan lalu lintas karena ekor antrean kendaraan mulai memakan badan jalan raya.

Melihat risiko yang kian mengkhawatirkan, aparat Kepolisian Sektor Baturaja Barat langsung mengambil tindakan di lapangan pada Selasa (19/5/2026). Mereka menggelar operasi patroli dan pengamanan khusus di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat.

Langkah ini mendesak dilakukan. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, luapan truk dan mobil pribadi yang mengular bisa memicu kemacetan total sekaligus mengundang risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan lainnya.

Bahaya di tikungan

Operasi pengamanan ini dipimpin oleh Kapolsek Baturaja Barat Iptu A. Malau, yang di lapangan diwakili langsung oleh Kanit Patroli Aiptu Rudi Maizar beserta seluruh personel piket fungsi. Fokus mereka hanya satu, yakni memaksa proses pengisian BBM subsidi berjalan tertib sesuai kapasitas lahan.

Masalahnya, posisi SPBU Batu Kuning ini berada di area yang terhitung rawan. Persis di dekat pintu masuk stasiun pengisian, terdapat tikungan jalan yang cukup tajam dan sering dilalui kendaraan komersial berkecepatan tinggi.

Ketika antrean solar atau pertalite mulai meluber keluar pagar, kendaraan roda empat otomatis berhenti berderet mendekati tikungan tersebut. Pola ini menciptakan ruang buta atau blind spot yang sangat berbahaya karena menghalangi pandangan pengemudi dari arah berlawanan.

Sebab itulah, personel kepolisian diterjunkan sejak pagi. Polsek Baturaja Barat berupaya melakukan pencegahan sejak awal sebelum antrean kendaraan memanjang dan mengunci jalur utama lintas kecamatan.

Penyisiran tanpa kompromi

Petugas di lapangan langsung bergerak menyisir seluruh area, mulai dari dispenser pengisian di dalam area SPBU hingga ke bahu jalan luar. Polisi sengaja menerapkan pendekatan yang humanis tetapi tetap tegas demi memastikan kelancaran arus transportasi publik.

Dalam penyisiran itu, Kanit Patroli melakukan dialog dengan pengelola lapangan, yakni Pengawas SPBU Batu Kuning yang bernama Yendri. Pihak manajemen diperingatkan agar ikut bertanggung jawab mengatur sirkulasi kendaraan di dalam lahan mereka sendiri.

Pengelola tidak boleh pasif dan membiarkan kendaraan menumpuk hingga keluar. Manajemen SPBU dituntut memiliki sistem pengaturan posisi parkir yang efektif agar silsilah antrean tidak mengorbankan hak pengguna jalan raya.

Teguran keras juga diarahkan kepada para sopir kendaraan roda empat yang kedapatan memarkir armada mereka di badan jalan. Polisi meminta mereka segera memindahkan kendaraan jika belum tiba gilirannya untuk maju ke area pompa pengisian.

Memarkir kendaraan di jalur aktif jalan raya adalah tindakan ceroboh. Badan jalan yang menyempit secara mendadak akan memicu sumbatan arus kendaraan yang ekor kemacetannya bisa mencapai ratusan meter.

Dampaknya bisa jauh lebih buruk pada malam hari atau saat hujan turun. Kendaraan statis yang berhenti di badan jalan rawan memicu insiden tabrak belakang atau kecelakaan berantai karena jarak pandang pengemudi lain yang mendadak terbatas.

Operasi pengamanan ini dipimpin oleh Kapolsek Baturaja Barat Iptu A. Malau, yang di lapangan diwakili langsung oleh Kanit Patroli Aiptu Rudi Maizar beserta seluruh personel piket fungsi. Dok. Ist

Aturan skala prioritas

Untuk mempercepat pergerakan barisan, petugas kepolisian meminta pengelola mendahulukan kendaraan jenis mobil penumpang. Kebijakan diskresi ini diambil berdasarkan pertimbangan durasi pengisian tangki bensin mereka yang jauh lebih cepat dibanding truk logistik.

Jika mobil penumpang bisa diselesaikan lebih awal, volume penumpukan kendaraan di area tunggu otomatis bisa terpangkas secara signifikan. Pola prioritas ini sekaligus dirancang untuk mengantisipasi aksi saling serobot yang kerap memicu cekcok antarsopir di lokasi.

Beruntung, seluruh rangkaian penyisiran dan penataan lalu lintas di SPBU Batu Kuning hari ini bisa berjalan lancar tanpa ada insiden yang berarti. Namun, pengawasan berkala seperti ini tetap akan dilakukan secara konsisten oleh aparat kepolisian.

Pihak Polsek Baturaja Barat menegaskan, kepatuhan dari pengelola SPBU dan kesadaran para pengemudi adalah kunci utama penyelesaian masalah ini. Kerja sama di lapangan dibutuhkan agar aktivitas perburuan BBM subsidi tidak lagi menjadi pemicu utama kemacetan dan kecelakaan di wilayah Baturaja Barat. (Jum Radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version