Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat terkait infrastruktur vital yang terdampak bencana. Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menegaskan komitmennya untuk membangun kembali Jembatan Sungai Menang secara permanen guna memastikan mobilitas dan denyut ekonomi warga di Kecamatan Karang Jaya kembali normal.
MURATARA, NUSALY – Kehadiran infrastruktur yang kokoh merupakan urat nadi bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah perairan.
Menyadari hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Sungai Menang yang roboh akibat terjangan banjir besar Sungai Rawas beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan pada Jumat (8/5/2026), Cik Ujang melihat langsung sisa-sisa konstruksi beton jembatan lama yang masih tertahan di aliran sungai.
Peninjauan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah teknis untuk memastikan perencanaan pembangunan kembali jembatan tersebut masuk dalam prioritas anggaran daerah.
“Kami melakukan survei langsung di lapangan untuk melihat kondisi riil dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Provinsi berkomitmen akan membangun kembali jembatan ini secara permanen pada tahun anggaran 2027 mendatang,” tegas Cik Ujang di hadapan tokoh masyarakat setempat.
Akses Krusial Antar-Desa
Jembatan Sungai Menang memiliki peran strategis sebagai urat nadi penghubung utama. Keberadaannya menyatukan akses antara Desa Sukamenang dengan desa-desa sekitarnya, yakni Desa Rantau Telang, Tanjung Agung, hingga Muara Tiku.
Sejak jembatan permanen ambruk, warga sangat bergantung pada jembatan sementara yang memiliki keterbatasan beban.
Wagub menekankan bahwa jembatan ini adalah kunci bagi akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil bumi warga.
Oleh karena itu, pembangunan kembali secara permanen menjadi agenda mendesak agar isolasi geografis tidak menghambat produktivitas masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara.
Komitmen Menjaga Aset Bersama
Sambil menunggu proses konstruksi permanen dimulai, Cik Ujang mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsionalitas jembatan sementara yang ada. Salah satu sorotan utama Wagub adalah pengendalian beban kendaraan yang melintas.
Ia meminta agar kendaraan bertonase tinggi diarahkan melalui jalur alternatif. Langkah preventif ini sangat penting agar struktur jembatan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang tanpa risiko kerusakan dini.
“Jika ada truk dengan tonase tinggi, mohon dialihkan ke jalan lain demi keselamatan bersama. Saya juga berharap saat proses pembangunan nanti, masyarakat ikut berpartisipasi menjaga material dan mendukung kelancaran pengerjaan di lapangan,” tambahnya.
Mitigasi dan Kewaspadaan Dini
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Wagub untuk berdialog mengenai mitigasi bencana. Mengingat karakter Sungai Rawas yang fluktuatif, ia mengimbau warga untuk tetap waspada dan sigap mengantisipasi potensi luapan air sungai di masa mendatang.
Upaya Pemprov Sumsel dalam membangun kembali infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi jalan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi ribuan warga yang menggantungkan hidupnya pada akses jembatan tersebut.
Langkah nyata Wagub Cik Ujang di Sungai Menang menunjukkan bahwa pembangunan Sumatera Selatan berangkat dari pemahaman mendalam atas persoalan di akar rumput.
Komitmen pembangunan permanen tahun 2027 menjadi fajar harapan baru bagi warga Muratara untuk memiliki akses transportasi yang andal, aman, dan berkelanjutan. ***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
