Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus memperkuat fondasi pembangunan karakter generasi muda melalui dukungan terhadap lembaga pendidikan pesantren. Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen menegaskan bahwa integrasi antara ilmu agama dan keterampilan adaptif menjadi kunci utama mencetak sumber daya manusia yang unggul serta memiliki benteng moral yang kokoh di era globalisasi.
TUNGKAL JAYA, NUSALY – Sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan kualitas iman menjadi visi utama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam mencetak generasi masa depan. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen saat meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Arriyadl Nurul Quran di Desa Pandan Sari, Kecamatan Tungkal Jaya, Minggu (19/4/2026).
Peresmian ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung penguatan lembaga pendidikan keagamaan di akar rumput. Abdur Rohman Husen menilai kehadiran Ponpes Arriyadl Nurul Quran merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas akhlak yang tinggi.
“Pondok pesantren ini adalah investasi besar bagi masa depan daerah. Di sinilah akan lahir generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Abdur Rohman Husen.
Benteng Moral dan Kreativitas
Di tengah derasnya arus globalisasi, pesantren dipandang memiliki peran vital sebagai benteng moral bagi generasi muda. Namun, Abdur Rohman menekankan bahwa pesantren masa kini juga dituntut untuk adaptif. Santri tidak hanya dipersiapkan menjadi ahli agama, tetapi juga individu yang kreatif dan tangguh dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia mendorong agar pesantren mampu mengintegrasikan kurikulum agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan serta keterampilan praktis. Dengan demikian, lulusan pesantren diharapkan menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap memegang teguh adab dan nilai-nilai keislaman.
Ukhuwah dan Komitmen Pembangunan
Momentum peresmian yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Kehadiran jajaran OPD dan unsur Forkopimcam mempertegas soliditas dukungan terhadap program-program keagamaan yang inklusif.
Kepada para pengurus pesantren, Wakil Bupati berpesan agar senantiasa menjaga amanah dalam mendidik generasi muda. Sementara kepada para santri, ia memotivasi mereka untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen untuk terus memberikan porsi besar pada program keagamaan dan pendidikan sebagai pilar pembangunan kualitas hidup masyarakat. “Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kualitas iman dan akhlak masyarakat. Di situlah pesantren memegang peran kunci,” pungkasnya. ***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
